Perang Memanas! Rusia Gempur Kyiv, Ukraina Kirim 630 Drone ke Arah Moskow



KONTAN.CO.ID – KYIV. Serangan udara antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat pada Kamis (22/10/2026), ketika rudal Rusia menghantam Kyiv dan Ukraina melancarkan serangan menggunakan ratusan drone ke arah Moskow. Eskalasi ini terjadi di tengah upaya mediasi terbaru Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang kedua negara.

Otoritas Kyiv menyatakan, serangan Rusia melukai 15 orang dan merusak infrastruktur metro di Jembatan Selatan yang melintasi Sungai Dnipro. Serangan tersebut juga menyebabkan pembatasan lalu lintas di kawasan itu.

Serangan terbaru ini terjadi setelah Kyiv kembali menjadi sasaran serangan pada Rabu (21/10/2026) malam, yang mengakibatkan enam orang terluka.


Di wilayah Kharkiv, Ukraina timur laut, serangan Rusia menewaskan seorang perempuan dan melukai empat orang lainnya. Gubernur Kharkiv Oleh Syniehubov menyampaikan informasi tersebut melalui Telegram.

Baca Juga: TSMC Cari Alternatif Komponen Tanah Jarang, Antisipasi Pembatasan Ekspor China

Sementara itu, sebuah drone dilaporkan menghantam infrastruktur energi di kawasan Kremenchuk, wilayah Poltava. Pejabat setempat menyampaikan informasi itu melalui Telegram tanpa memberikan perincian lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan.

Kremenchuk merupakan pusat industri penting yang terletak di tepi Sungai Dnipro. Kota ini juga menjadi lokasi salah satu kilang minyak terbesar di Ukraina.

Wilayah tersebut berulang kali menjadi sasaran serangan Rusia. Pada 2022, sebuah serangan terhadap pusat perbelanjaan yang ramai di kawasan itu menewaskan sedikitnya 21 orang.

Ukraina Kirim Ratusan Drone ke Arah Moskow

Di sisi lain, Rusia melaporkan serangan drone dalam jumlah besar yang mengarah ke Moskow. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan, sebanyak 630 drone dikirim ke arah ibu kota Rusia sepanjang malam.

Dua orang dilaporkan terluka di wilayah sekitar Moskow. Sobyanin menambahkan, sebagian besar drone berhasil ditembak jatuh ketika masih berada pada jarak yang jauh dari ibu kota.

Serangan drone juga dilaporkan terjadi di Kota Lipetsk, sekitar 400 kilometer di selatan Moskow. Kota tersebut merupakan lokasi salah satu pabrik baja utama Rusia.

Gubernur Lipetsk Igor Artamonov mengatakan, seorang pria terluka setelah drone menghantam sejumlah gedung apartemen dan fasilitas medis. Informasi tersebut disampaikan melalui aplikasi Telegram.

Baca Juga: Nestle Catat Pertumbuhan Penjualan Organik 4% pada Kuartal III-2026

Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, setelah sebelumnya mencaplok Semenanjung Krimea dari negara tetangganya itu pada 2014. Konflik tersebut menjadi perang paling mematikan di Benua Eropa sejak Perang Dunia II.

AS Upayakan Perundingan Damai Rusia-Ukraina

Peningkatan serangan terjadi ketika Amerika Serikat kembali mengintensifkan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. Utusan khusus Presiden AS Steve Witkoff menggelar pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pekan ini.

Pada Rabu (21/10/2026), Zelenskiy menyatakan Ukraina mendukung proposal AS untuk menggelar perundingan tiga pihak yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Zelenskiy berharap pertemuan pada tingkat negosiator tersebut dapat dilaksanakan sesegera mungkin.

Sementara itu, Kremlin menyatakan Putin telah menyetujui dimulainya kembali perundingan damai dengan Kyiv yang dimediasi Amerika Serikat. Pembicaraan tersebut diharapkan dapat dilanjutkan paling cepat pada bulan depan.