KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang Rusia-Ukraina mendorong perubahan prioritas teknologi pertahanan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sistem penangkal drone dan teknologi pengawasan berbasis satelit kini menjadi sejumlah kebutuhan mendesak bagi aliansi tersebut untuk memperkuat kemampuan pertahanannya, terutama di kawasan Eropa Timur. Presiden NATO Innovation Fund (NIF) Ari Jonsson mengatakan, pengalaman menghadapi perang di Ukraina telah memengaruhi strategi investasi teknologi pertahanan NATO. Hal tersebut disampaikan Jonsson kepada Reuters pada Selasa (13/10/2026). NATO Innovation Fund merupakan dana investasi senilai 1 miliar euro atau sekitar US$ 1,12 miliar yang didukung oleh 24 negara anggota NATO.
Dana tersebut kini memperluas jangkauannya ke Polandia dan mencari peluang investasi langsung untuk mempercepat pengembangan teknologi yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer (dual-use technology). Jonsson mengatakan, meningkatnya insiden drone yang memasuki wilayah negara-negara di kawasan tersebut turut mengubah cara NATO memandang ancaman keamanan.
Baca Juga: Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober, Serangan Houthi Lumpuhkan Penerbangan "Kami telah melihat penyusupan drone ke negara-negara di kawasan ini dalam skala yang tidak terjadi di tempat lain," ujar Jonsson. "Hal itu benar-benar menciptakan pola pikir yang berbeda dalam menghadapi ancaman yang secara nyata dapat kita lihat," lanjutnya. Menurut Jonsson, kebutuhan teknologi paling mendesak di kawasan sayap timur NATO mencakup sistem yang mampu mendeteksi, melacak, dan menetralisasi drone. Selain itu, NATO juga membutuhkan kemampuan intelijen dan pengintaian berbasis ruang angkasa untuk memperkuat pemantauan terhadap potensi ancaman. Pelajaran dari perang di Ukraina disebut telah memberikan pengaruh signifikan terhadap strategi investasi NATO Innovation Fund. Perkembangan konflik tersebut mendorong perhatian lebih besar terhadap teknologi yang dapat digunakan untuk menghadapi ancaman secara langsung dan meningkatkan kemampuan pengawasan.
NATO Innovation Fund Perluas Investasi Teknologi Pertahanan ke Polandia
Polandia menjadi salah satu tujuan ekspansi NATO Innovation Fund karena memiliki sejumlah faktor yang dinilai mendukung pengembangan teknologi pertahanan. Jonsson menyebut belanja pertahanan Polandia yang tinggi, keterbukaan terhadap teknologi baru, serta basis industri teknik yang kuat sebagai daya tarik bagi investasi.
Baca Juga: Trump Tak Yakin China dan Rusia Membantu Iran Untuk mendukung ekspansi tersebut, NATO Innovation Fund membuka kehadiran di Warsawa. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat identifikasi inovasi yang menjanjikan sekaligus mendorong penerapan teknologi baru dalam ekosistem pertahanan. Dana investasi tersebut juga berupaya menjangkau perusahaan di luar kontraktor pertahanan konvensional. Strategi ini diarahkan untuk menemukan generasi baru teknologi pertahanan yang berpotensi dikembangkan oleh perusahaan inovatif di berbagai sektor. Menteri Keuangan Polandia Andrzej Domanski menyambut kehadiran NATO Innovation Fund di negaranya. "NATO Innovation Fund merupakan dana investasi besar pertama yang berasal dari luar Polandia dan mendirikan kehadiran yang signifikan di negara kami," kata Domanski dalam sebuah pernyataan.