KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek pergerakan harga minyak mentah dunia dalam jangka pendek berpotensi mengalami tren rebound terbatas, dengan arahnya sepenuhnya bergantung pada eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Mengutip Bloomberg, Senin (20/7/2026) pukul 15.30 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2026 naik US$ 1,03, atau 1,17%, menjadi US$ 89,13 per barel dan menyentuh level tertinggi sejak 11 Juni dan memperpanjang kenaikan besar minggu lalu sebesar 15,9%. Itu merupakan kenaikan mingguan terbesar Brent sejak April. Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 naik 65 sen, atau 0,79%, menjadi US$ 83,14 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak 12 Juni 2026. Harga untuk pengiriman bulan depan telah naik 15,5% pada minggu lalu yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak awal Maret.
Perang Timur Tengah Berlanjut, Harga Minyak Mentah Global Diproyeksi Tetap Tinggi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek pergerakan harga minyak mentah dunia dalam jangka pendek berpotensi mengalami tren rebound terbatas, dengan arahnya sepenuhnya bergantung pada eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Mengutip Bloomberg, Senin (20/7/2026) pukul 15.30 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2026 naik US$ 1,03, atau 1,17%, menjadi US$ 89,13 per barel dan menyentuh level tertinggi sejak 11 Juni dan memperpanjang kenaikan besar minggu lalu sebesar 15,9%. Itu merupakan kenaikan mingguan terbesar Brent sejak April. Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 naik 65 sen, atau 0,79%, menjadi US$ 83,14 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak 12 Juni 2026. Harga untuk pengiriman bulan depan telah naik 15,5% pada minggu lalu yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak awal Maret.
TAG: