KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan Danantara mencatatkan perbaikan kinerja dalam setahun terakhir. Namun, ekonom menilai peningkatan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan keberhasilan transformasi fundamental perusahaan. Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan, berdasarkan laporan Danantara untuk periode April 2025 hingga April 2026, sejumlah BUMN membukukan lonjakan laba. Pertamina misalnya mencatat kenaikan laba sekitar 80% menjadi Rp 24,9 triliun, sementara laba Pupuk Indonesia tumbuh lebih dari 200%. Di sisi lain, Krakatau Steel, Kimia Farma, dan Semen Indonesia berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba. Menurut Yusuf, capaian tersebut perlu dilihat lebih dalam untuk membedakan apakah berasal dari perbaikan fundamental perusahaan atau hanya didorong kondisi pasar yang sedang menguntungkan.
Perbaikan Kinerja BUMN di Bawah Danantara Ditopang Restrukturisasi dan Momentum Pasar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan Danantara mencatatkan perbaikan kinerja dalam setahun terakhir. Namun, ekonom menilai peningkatan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan keberhasilan transformasi fundamental perusahaan. Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan, berdasarkan laporan Danantara untuk periode April 2025 hingga April 2026, sejumlah BUMN membukukan lonjakan laba. Pertamina misalnya mencatat kenaikan laba sekitar 80% menjadi Rp 24,9 triliun, sementara laba Pupuk Indonesia tumbuh lebih dari 200%. Di sisi lain, Krakatau Steel, Kimia Farma, dan Semen Indonesia berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba. Menurut Yusuf, capaian tersebut perlu dilihat lebih dalam untuk membedakan apakah berasal dari perbaikan fundamental perusahaan atau hanya didorong kondisi pasar yang sedang menguntungkan.
TAG: