Perbaikan Trafik Pelanggan hingga Stabilnya Permintaan Dorong Kinerja Penjualan ACES



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten di sektor ritel PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mencatat same store sales growth (SSSG) atau penjualan rata-rata tiap toko tumbuh 2,1% year on year (yoy) selama lima bulan pertama tahun 2026. Ini sejalan dengan target 2026 dari manajemen di kisaran 2%–4% YoY. 

Dalam laporan Stockbit Sekuritas, hasil tersebut mengindikasikan SSSG pada Mei 2026 berkisar naik 0,9% YoY. Pertumbuhan SSSG selama periode Januari hingga Mei 2026 ditopang oleh wilayah Jakarta yang tumbuh 4,4% YoY) dan Jawa di luar Jakarta naik 3% YoY), sementara wilayah luar Jawa masih terkontraksi tipis 0,2% YoY. 

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, mengatakan SSSG ACES yang tumbuh 2,1% YoY didorong oleh perbaikan trafik pelanggan serta permintaan yang masih cukup stabil di kategori home living dan kebutuhan rumah tangga. 


"Pertumbuhan ini juga ditopang oleh kontribusi wilayah Jakarta dan Jawa yang relatif lebih resilien terhadap tekanan daya beli, sehingga mampu menjaga kinerja penjualan toko tetap positif," kata Azis kepada Kontan, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Deretan Emiten Ini Ekspansi ke Sektor Tambang, Begini Penilaian Analis

Azis juga bilang SSSG Jakarta yang tinggi sebesar 4,4% YoY terutama didukung oleh daya beli masyarakat yang lebih kuat, trafik pusat perbelanjaan yang lebih tinggi, serta penetrasi program loyalitas dan kanal omnichannel yang lebih baik. 

Sementara itu, wilayah luar Jawa masih mencatat pertumbuhan yang lebih lemah karena pemulihan konsumsi yang belum merata dan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap kondisi ekonomi lokal.

Selain itu, untuk menjaga SSSG tetap berada dalam target 2%–4% YoY,  Azis bilang ACES perlu memperkuat kategori produk bernilai tambah, mengoptimalkan strategi promosi dan program loyalitas, serta memperdalam integrasi omnichannel. Selain itu, perbaikan kinerja di wilayah luar Jawa menjadi kunci agar pertumbuhan lebih merata secara nasional hingga akhir 2026.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menerangkan ada sejumlah faktor penyebab penjualan rata-rata tiap toko ACES meningkat. Pertama, adanya perbaikan trafik pelanggan dan normalisasi konsumsi rumah tangga kelas menengah. Kedua, strategi refresh produk dan optimalisasi kategori dengan frekuensi pembelian lebih tinggi.

Ketiga, efek promosi dan strategi omnichannel. Keempat, basis pembanding (base effect) yang relatif lebih moderat dan selektivitas konsumen yang lebih condong ke value-for-money.

Terkait tingginya SSSG di wilayah Jakarta, Nafan bilang daya beli Jakarta relatif lebih resilien. Kepadatan populasi dan traffic pusat perbelanjaan lebih tinggi.

 
ACES Chart by TradingView

"Eksposur terhadap konsumen kelas menengah-atas lebih besar. Maturitas jaringan distribusi dan ketersediaan produk lebih baik di Jakarta dan Luar Jawa masih menghadapi pemulihan konsumsi yang belum merata," ucap Nafan.

Dari sisi rekomendasi saham, saat ini Nafan menyarankan untuk wait and see saham ACES.

Adapun hingga akhir perdagangan Selasa (23/6/2026), harga saham ACES berada di level Rp 330 per saham atau melemah 1,79% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News