KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memproyeksi industri perbankan nasional masih mampu menjaga kinerja pada semester II mendatang. Namun, laju pertumbuhan kredit berpotensi menghadapi tekanan seiring kenaikan suku bunga dan ketatnya likuiditas di sektor perbankan. Ketua Bidang Riset dan Pengkajian Perbanas Aviliani menyebut, secara umum kondisi industri perbankan masih cukup baik. Hal itu terlihat dari kualitas aset yang tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang masih berada pada level sehat. Memang, Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan berhasil tumbuh 11,51% secara tahunan pada Mei 2026. Sementara rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) secara bruto terjaga di posisi 2,17% pada April 2026.
Perbanas Antisipasi Perlambatan Kredit Imbas Ketatnya Likuiditas di Semester II-2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memproyeksi industri perbankan nasional masih mampu menjaga kinerja pada semester II mendatang. Namun, laju pertumbuhan kredit berpotensi menghadapi tekanan seiring kenaikan suku bunga dan ketatnya likuiditas di sektor perbankan. Ketua Bidang Riset dan Pengkajian Perbanas Aviliani menyebut, secara umum kondisi industri perbankan masih cukup baik. Hal itu terlihat dari kualitas aset yang tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang masih berada pada level sehat. Memang, Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan berhasil tumbuh 11,51% secara tahunan pada Mei 2026. Sementara rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) secara bruto terjaga di posisi 2,17% pada April 2026.
TAG: