JAKARTA. Perbankan Indonesia segera menawarkan kembali produk keuangan asing (offshore product). Meski sudah ada lampu hijau dari Bank Indonesia (BI), bank tidak akan terlalu agresif menawarkan produk tersebut. Di CommonwealthBank Indonesia, misalnya. Bank campuran ini tidak menjadi agen langsung dari produk-produk offshore. "Biasanya, kami akan mereferensikan produk offshore dari manajer investasi (MI) rekanan bisnis kami," kata Direktur Utama CommonwealthBank Indonesia Toni Costa, belum lama ini. Saat ini, Commonwealth memiliki tujuh rekanan MI asing. Masing-masing MI menawarkan lima hingga sepuluh produk di bank asal Australia ini. Ia mengatakan, Commonwealth menawarkan produk keuangan asing karena memang ada permintaan dari nasabah. Meski begitu, ia mengaku, permintaan terhadap produk-produk keuangan asing ini tidak terlalu besar. "Melihat trennya, permintaan produk ini makin lama makin rendah," tuturnya.
Perbankan akan Tawarkan Lagi Offshore
JAKARTA. Perbankan Indonesia segera menawarkan kembali produk keuangan asing (offshore product). Meski sudah ada lampu hijau dari Bank Indonesia (BI), bank tidak akan terlalu agresif menawarkan produk tersebut. Di CommonwealthBank Indonesia, misalnya. Bank campuran ini tidak menjadi agen langsung dari produk-produk offshore. "Biasanya, kami akan mereferensikan produk offshore dari manajer investasi (MI) rekanan bisnis kami," kata Direktur Utama CommonwealthBank Indonesia Toni Costa, belum lama ini. Saat ini, Commonwealth memiliki tujuh rekanan MI asing. Masing-masing MI menawarkan lima hingga sepuluh produk di bank asal Australia ini. Ia mengatakan, Commonwealth menawarkan produk keuangan asing karena memang ada permintaan dari nasabah. Meski begitu, ia mengaku, permintaan terhadap produk-produk keuangan asing ini tidak terlalu besar. "Melihat trennya, permintaan produk ini makin lama makin rendah," tuturnya.