Perbankan Catat Penurun Loan at Risk Jelang Restrukturisasi Kredit Covid 19 Berakhir



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang berakhirnya relaksasi restrukturisasi kredit akibat Covid-19 pada Maret 2024, sejumlah bank berhasil menekan rasio kredit berisiko. Sehingga loan at risk (LAR) bank turun dan kualitas kredit yang disalurkan ikut terjaga. 

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) misalnya, hingga Desember 2023 posisi LAR turun menjadi 21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama mencapai 24%.

Baca Juga: Kredit Berisiko Menyusut Jelang Relaksasi Retrukturisasi Covid-19 Berakhir


Direktur Risk Management Bank BTN Setiyo Wibowo mengungkapkan penyumbang terbesar berasal dari segmen KPR bersubsidi dan non subsidi.

Di sisi lain BTN sudah menyiapkan pencadangan yang cukup sehingga pihaknya percaya diri pada tahun ini LAR mampu turun di bawah 18% dan coverage NPL berada dikisaran 160%.

"Setiap kuartal kami melakukan assessment terhadap akun kredit dan proyeksinya yang akan downgrade ke NPL konsisten di kisaran 7%, dimana telah kami antisipasi dalam Rencana Bisnis Bank (RBB)," katanya kepada Kontan.co.id, Minggu (11/2). 

Baca Juga: Jelang Restrukturisasi Covid 19, Loan at Risk BCA Turun Jadi Single Digit

Tidak berbeda jauh, bank daerah ini juga mencatatkan perbaikan rasio LaR.

Pada Januari 2024 posisi LaR PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) sebesar 6% secara tahunan, yang artinya mengalami perbaikan sebesar 15,34% atau turun sekitar Rp90 miliar. 

"Apabila dibandingkan dengan rasio LaR bank lainnya, rasio LAR Bank Sumsel Babel berada di bawah rata-rata bank lainnya," kata Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo. 

Antonius mengungkap sektor rumah tangga dan sektor konstruksi menjadi sektor yang paling banyak menyumbang penurunan. Adapun ketika restrukturisasi covid 19 berakhir, ia mengatakan kredit berisko yang berpotensi menjadi NPL adalah Rp 70 Miliar.

Baca Juga: Terus Meningkat, Himbara Pastikan Kualitas Kredit Ke BUMN Tetap Baik

Di sisi lain bank Sumsel Babel ini telah mencadangkan CKPN sebesar Rp 694 Miliar atau menggambarkan LAR coverage sebesar 36,95% per Januari 2024. Adapun outstanding kredit yang direstruktur akibat Covid-19 sebesar Rp 345 miliar.

Untuk 2024 ini, meskipun restrukturisasi covid 19 telah berakhir, Antonius tetap menargetkan supaya posisi LAR terus dijaga maximal 7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto