KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan likuiditas juga ikut dirasakan oleh perbankan digital. Likuiditas bank digital terlihat seret, tercermin dari rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) yang dicatatkan sejumlah bank digital jauh di atas 92%, batas atas rasio sehat yang ditetapkan regulator. LDR paling tinggi dicatatkan oleh Bank Amar (AMAR), mencapai 200,42% pada semester I-2025 kendati sudah turun secara tahunan dari 314,18% di periode sama tahun sebelumnya. Lalu ada Allo Bank (BBHI) di level 128,73%, Krom Bank mencapai 115,58%, Superbank 99,09%, Bank Jago (ARTO) 95,53%. Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengakui, bahwa kondisi likuiditas industri perbankan saat ini tengah berada dalam situasi yang relatif ketat. Hal ini tercermin dari peningkatan tekanan pada sumber pendanaan, baik akibat penyesuaian suku bunga acuan (BI rate) maupun dinamika aliran dana di pasar keuangan domestik dan global.
Perbankan Digital Masih Hadapi Tantangan Likuiditas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan likuiditas juga ikut dirasakan oleh perbankan digital. Likuiditas bank digital terlihat seret, tercermin dari rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) yang dicatatkan sejumlah bank digital jauh di atas 92%, batas atas rasio sehat yang ditetapkan regulator. LDR paling tinggi dicatatkan oleh Bank Amar (AMAR), mencapai 200,42% pada semester I-2025 kendati sudah turun secara tahunan dari 314,18% di periode sama tahun sebelumnya. Lalu ada Allo Bank (BBHI) di level 128,73%, Krom Bank mencapai 115,58%, Superbank 99,09%, Bank Jago (ARTO) 95,53%. Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengakui, bahwa kondisi likuiditas industri perbankan saat ini tengah berada dalam situasi yang relatif ketat. Hal ini tercermin dari peningkatan tekanan pada sumber pendanaan, baik akibat penyesuaian suku bunga acuan (BI rate) maupun dinamika aliran dana di pasar keuangan domestik dan global.
TAG: