JAKARTA. Perbankan terus mencari alternatif pendapatan di luar pendapatan bunga kredit. Sebab, perbankan terus didesak untuk memangkas bunga kredit hingga ke posisi single digit. Nah, pilihan paling masuk akal adalah menggenjot pendapatan non bunga alias fee based income. Peluang ini paling mungkin digarap oleh bankir untuk mengerek laba. Ambil contoh PT Bank Mandiri Tbk. Tahun depan, bank berlogo pita emas ini menargetkan fee based income tumbuh 19% sampai 21% secara tahunan atau year on year (yoy). Selama ini, mayoritas fee based income Bank Mandiri berasal dari layanan cash management, administration fee, forex, dan transaksi transfer. “Bank Mandiri akan melakukan pendalaman relationship khususnya nasabah wholesale,” ujar Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan Mandiri, kemarin.
Perbankan maksimalkan pendapatan non-bunga
JAKARTA. Perbankan terus mencari alternatif pendapatan di luar pendapatan bunga kredit. Sebab, perbankan terus didesak untuk memangkas bunga kredit hingga ke posisi single digit. Nah, pilihan paling masuk akal adalah menggenjot pendapatan non bunga alias fee based income. Peluang ini paling mungkin digarap oleh bankir untuk mengerek laba. Ambil contoh PT Bank Mandiri Tbk. Tahun depan, bank berlogo pita emas ini menargetkan fee based income tumbuh 19% sampai 21% secara tahunan atau year on year (yoy). Selama ini, mayoritas fee based income Bank Mandiri berasal dari layanan cash management, administration fee, forex, dan transaksi transfer. “Bank Mandiri akan melakukan pendalaman relationship khususnya nasabah wholesale,” ujar Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan Mandiri, kemarin.