Perbankan optimistis kemampuan mencetak laba makin meningkat pada tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemampuan bank untuk mencetak laba tahun ini sudah mulai membaik dibandingkan tahun 2020. Hal itu tercermin dari return on asset (ROA) yang sudah meningkat setelah tahun lalu turun tajam lantaran dampak tekanan pandemi Covid-19. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), RoA bank umum konvensional per September 2021 telah mencapai 1,91%. Itu naik dari 1,76% pada periode yang sama tahun lalu. 

Hanya saja tingkat kemampuan bank menghasilkan laba dari penggunaan seluruh aset perusahaan masih lebih rendah dibandingkan periode sebelum Covid-19 mencuat. Pada tahun 2019, RoA perbankan tercatat 2,49%. 


Sejumlah bank menyakini kemampuan merekan untuk mencetak laba akan semakin membaik seiring dengan semakin membaiknya aktivitas ekonomi dan terkendalinya pandemi Covid-19. 

Baca Juga: Hingga Oktober 2021, aset Bank Aladin Syariah capai Rp 1,16 triliun

"PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menargetkan tahun depan dapat mencatatkan RoA lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini," kata Aestika Oryza Gunarto Sekretaris Perusahaan BRI pada KONTAN, Senin (13/12). 

Per kuartal III 2021, BRI mencatatkan RoA 2,52%, naik dari  2,07% pada September 2020. 

Untuk mendorong tingkat RoA, BRI akan fokus melakukan ekspansi pada segmen UMKM, khususnya mikro dan ultra mikro. Selain itu, perseroan juga akan terus meningkatkan dana murah (CASA) melalui platform simpanan berbasis digital dan pengembangan micropayment system

Namun, BRI melihat tantangan ke depan masih ada. Perkembangan pandemi masih akan jadi tantangan karena  hal itu berpengaruh kepada kualitas aset serta pencadangan.

Senada, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga optimis RoA tahun depan akan lebih baik dari tahun ini. Kuartal III 2021, BTN mencatat RoA naik jadi 0,74% dari 0,59% dari periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Indomaret dan OVO berkoaborasi perkuat kapabilitas pengisian saldo offline

Nofry Rony Poetra Direktur Keuangan, Perencanaan dan Tresuri BTN mengatakan, optimisme tersebut sejalan dengan prognosa pertumbuhan laba yang diperoleh dari peningkatan volume bisnis kredit dan efisiensi biaya dana. 

"Perbaikan ekonomi pada 2022 akan semakin mendorong pertumbuhan industri perumahan. Untuk itu, kami terus berinovasi dari sisi produk, proses bisnis dan layanan digital channel sehingga kami terus unggul di tengah persaingan sebagai pemilik market share di Indonesia," kata Nofry. 

Editor: Tendi Mahadi