Perbankan pacu penyaluran kredit pensiun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menargetkan penyaluran kredit pensiun, sebagai produk unggulannya bisa bertunbuh 15% pada 2019.

"Tahun lalu pertumbuhan kredit pensiun kita setidaknya mencapai 15%, dan tahun ini akan kita kebut lagi di atas 15%," kata Direktur Konsumer Bukopin Rivan A. Purwantono kepada Kontan.co.id, pekan lalu.

Rivan bilang sejatinya, pertumbuhan kredit pensiun secara umum memang tak akan besar. Meski demikian, ia bilang segmen ini masih tetap menarik lantaran punya resiko yang kecil. "Kredit pensiun tetap menarik, karena gajinya ada, asuransinya ada. meski tumbuhnya memang sedikit. Tahun ini setidaknya kita menargetkan 50%-60% kredit konsumer kita ditopang kredit pensiun, sisanya akan berasal dari KPR," lanjutnya.


Sementara secara total ia menargetkan kredit konsumer akan berkontribusi sebesar 65% dari total penyaluran kredit Bukopin pada 2019. Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen (Mantap) Jospehus K. Triprakoso memasang target pertumbuhan lebih tinggi pada 2019, perseroan berharap penyaluran kredit pensiun bisa tumbuh 33% (yoy).

“Penyaluran kredit pensiun kami pada 2018 tumbuh 13,5% (yoy) dibandingkan pada 2017,” kata pria yang akrab disapa Jos kepada Kontan.co.id, belum lama ini. Untuk tahun ini, Jos bilang perseroan menargetkan bisa mencairkan kredit mencapai Rp 8 triliun dengan outstanding yang mencapai Rp 18,5 triliun.

Sementara sepanjang 2018, Jos bilang Mantap telah mencairkan kredit pensiun senilai Rp 7,6 triliun atau sebesar 93% dari pencairan total kredit Bank Mantap sekitar Rp 8,2 triliun. Sementara hingga November 2018, total outstanding kredit Mantap mencapai Rp 15,2 triliun, dimana outstanding kredit pensiun pensiunnya mencapai Rp 13,9 triliun.

“Kami fokus dalam hal mengembangkan produk serta layanan yang khusus untuk pensiunan serta ASN yg sedang mempersiapkan masa pensiun yg lebih baik,” lanjutnya.

Kemudian adapula PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BBNI) yang pasang target pertumbuhan kredit pensiun juga tinggi. Vice President Product Development Management BNI Ergos Mahar bilang, pada 2019 perseroan menargetkan penyaluran kredit pensiun bisa tumbuh hingga 50%.

"Sepanjang 2018 kami telah menyalurkan kredit pensiun sebesar Rp 2 triliun. Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan di atas 50%, dengan nilai booking lebih dari Rp 3 triliun," katanya kepada Kontan.co.id. Hal ini akan diupayakan BNI dengan cara menggaet pebih banyak nasabah, melakukan lebih banyak kerjasama dengan Dana Pensiun (Dapen).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .