KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank pelat merah terus memperkuat aplikasi terintegrasi untuk menggenjot bisnis wholesale mereka. Digitalisasi dimanfaatkan sebagai motor utama dalam meningkatkan nasabah korporasi. Terlebih penyaluran kredit korporasi masih menunjukkan tren positif hingga Aapril 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit korporasi meningkat 15,51% secara tahunan atau
year on year (YoY). Ini lebih tinggi dari capaian pada bulan sebelumnya atau Maret 2026 sebesar 14,88% yoy. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) misalnya, terus memperkuat layanan digital di segmen
wholesale melalui Bale Korpora. Hingga Mei 2026, platform tersebut mencatat pertumbuhan transaksi dan jumlah pengguna yang signifikan seiring meningkatnya adopsi layanan digital oleh nasabah korporasi.
Baca Juga: Meski IHSG Turun Dalam, Stockbit Klaim Transaksi Tetap Tumbuh Capai 1 Juta per Hari Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho mengatakan, hingga Mei 2026 Bale Korpora telah digunakan oleh lebih dari 25.000 perusahaan atau meningkat 32% secara tahunan. Dari sisi aktivitas transaksi, Bale Korpora membukukan volume transaksi sebesar Rp153 triliun atau melonjak 81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi digital di kalangan nasabah korporasi BTN, sekaligus menegaskan Bale Korpora sebagai salah satu kanal utama dalam pengelolaan transaksi keuangan perusahaan secara lebih efisien dan terintegrasi," ujar Helmy kepada Kontan.co.id, Jumat (3/7/2026). Helmy menjelaskan, Bale Korpora tidak hanya berfungsi sebagai platform transaksi digital, tetapi juga menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperkuat struktur pendanaan perseroan. Menurutnya, meningkatnya dana murah (CASA) yang dihimpun melalui platform tersebut memberikan ruang bagi BTN untuk menyalurkan kredit dengan biaya dana yang lebih kompetitif sekaligus menjaga margin tetap sehat. "Dengan basis dana murah yang semakin kuat, Bale Korpora menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong ekspansi kredit korporasi maupun komersial," katanya. Ia menilai prospek pembiayaan korporasi masih terbuka lebar, terutama pada sektor-sektor yang menjadi kekuatan BTN seperti industri yang berkaitan dengan properti (
property-related industries), serta berbagai sektor strategis lain yang berada dalam ekosistem bisnis nasabah.
Baca Juga: BNI Permudah Reaktivasi Mobile Token BNIdirect Lewat Kanal Resmi Melihat tren positif tersebut, BTN menargetkan jumlah pengguna Bale Korpora meningkat menjadi sekitar 30.000 perusahaan hingga akhir 2026. Sementara itu, volume transaksi ditargetkan tumbuh sekitar 20% hingga 25% dibandingkan posisi akhir Desember 2025. "Target ini mencerminkan optimisme kami terhadap semakin meningkatnya kebutuhan korporasi akan layanan
cash management digital yang terintegrasi, efisien, dan
real time," ujarnya. Untuk mencapai target tersebut, BTN mengandalkan strategi memperluas akuisisi pengguna, baik dari nasabah korporasi baru maupun peningkatan pemanfaatan layanan oleh nasabah eksisting. Selain itu, BTN juga mengembangkan pendekatan
ecosystem-centric dengan memperluas hubungan bisnis dari rantai industri hulu hingga hilir, termasuk berbagai bisnis turunan di segmen wholesale maupun ritel. Ke depan, Bale Korpora akan dikembangkan menjadi platform layanan wholesale banking yang lebih lengkap, tidak hanya untuk kebutuhan
cash management tetapi juga
trade finance, supply chain financing, bank garansi, hingga layanan transaksi treasury seperti
foreign exchange (FX). "Melalui pengembangan tersebut, kami ingin menjadikan Bale Korpora sebagai
one-stop wholesale banking platform yang mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah sekaligus mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan korporasi secara lebih terintegrasi dan efisien," tutup Helmy. Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga terus memperkuat layanan digital
wholesale melalui platform BEWIZE by BSI. Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, hingga saat ini BEWIZE telah digunakan lebih dari 47.000 pengguna atau meningkat 34% secara tahunan.
Sejalan dengan pertumbuhan pengguna, jumlah transaksi melalui BEWIZE juga naik 46% secara tahunan. Menurut Wisnu, peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya adopsi layanan digital sekaligus memperkuat kontribusi segmen wholesale terhadap pertumbuhan bisnis BSI. "Capaian ini didorong oleh kemudahan layanan yang terintegrasi dalam satu platform dengan konsep single sign on, termasuk layanan
cash management, digital
value chain, dan
foreign exchange," ujarnya. BSI optimistis kapasitas teknologi informasi yang semakin besar akan menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan bisnis
wholesale sekaligus mendukung target perseroan mencapai 40 juta nasabah dalam beberapa tahun mendatang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News