KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki tahun 2026, kilau harga emas kembali dinantikan setelah pada tahun 2025 melesat. Bagi perbankan syariah yang memang memiliki bisnis layanan emas mulai dari cicil emas hingga gadai emas, kenaikan harga emas lebih lanjut sangat dinantikan. Seperti diketahui, harga emas mencatatkan kenaikan tahunan terbesar dalam 46 tahun di tahun 2025. Di mana, harga emas telah naik lebih 64% dan mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Bagi perbankan syariah, bisnis emas di tahun lalu juga mencatatkan kinerja yang positif. Bahkan, pertumbuhan yang dicatatkan di beberapa bank syariah mampu tumbuh di atas 50%.
Baca Juga: PSAK 117 di Asuransi, OJK Koordinasi dengan DJP Terkait Penyesuaian Aturan Perpajakan Ambil contoh, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang tahun lalu kebetulan mendapatkan izin untuk menjalankan bisnis bullion. Di mana, ini turut berdampak signifikan terhadap bisnis emas yang mereka jalankan. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan bisnis emas di bank yang ia pimpin tumbuh pesat mencapai 72,82%. Pertumbuhan tersebut berasal dari beberapa jenis bisnis emas di antaranya cicil emas, gadai emas dan juga izin bullion bank yakni penitipan emas, perdagangan emas dan simpanan emas. “Terbukti hingga November 2025, saldo emas BSI mencapai lebih dari 1,6 ton emas dengan pertumbuhan double digit,” jelas Anggoro kepada Kontan, Kamis (1/1/2026). Lebih lanjut, Anggoro bilang bisnis emas masih akan menjadi salah satu fokus di 2026 karena masih potensial. Alasannya, ia melihat kepemilikan emas di tengah masyarakat Indonesia relatif kecil. Dalam mendorong ambisi tersebut, Anggoro menjelaskan akan terus menjalankan bisnis-bisnis eksisting serta mengoptimalisasi potensi pengembangan bisnis yang sustain,stabil dan memberikan multiplier effect bagi halal ecosystem. “Investasi emas dalam jangka panjang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan seperti untuk kebutuhan berhaji, sekolah anak, serta kebutuhan lainnya,” jelasnya. Direktur PT Bank BCA Syariah Pranata melihat tren pembiayaan emas bakal terus meningkat. Hal ini seiring dengan minat masyarakat untuk memiliki emas yang masih tinggi ditengah peningkatan harga emas sepanjang 2025.
Baca Juga: Marak Praktik Jual Beli Kendaraan Hanya dengan STNK, Ini Respon ACC Pranata bilang hal tersebut juga sejalan dengan pembiayaan emas di BCA Syariah juga terus tumbuh positif. Per November 2025, total pembiayaan emas di BCA Syariah meningkat 210,4% secara year-on-year (YoY) dan mencapai Rp 483 miliar. “Kami melihat pembiayaan emas masih berpotensi menjadi peluang di tahun 2026 seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dalam jangka panjang,” jelas Pranata.
Untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan Emas tersebut, Pranata menjelaskan BCA Syariah akan terus melakukan sejumlah inovasi dan pengembangan layanan. Mulai dari memberikan kemudahan pengajuan pembiayaan melalui mobile banking BSya by BCA Syariah, hingga hadir di berbagai expo dan kegiatan literasi serta inklusi keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News