Perbankan Terus Dorong Pembiayaan Hijau, Portofolio Berkelanjutan Terus Dikembangkan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran pembiayaan hijau (green financing) perbankan terus berkembang seiring meningkatnya dorongan terhadap pembiayaan berkelanjutan di Indonesia. Sejumlah bank mencatat pertumbuhan portofolio hijau, dengan sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga proyek ramah lingkungan menjadi fokus utama penyaluran dana.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat portofolio pembiayaan hijau mencapai Rp 113 triliun hingga kuartal I 2026. Nilai tersebut tumbuh 7,7% secara tahunan (year on year/YoY), didorong oleh peningkatan penyaluran kredit ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang melonjak 53,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran sektor perbankan dalam mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia. Pembiayaan hijau kini menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan.


Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk membukukan total pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 320 triliun per Maret 2026. Dari total tersebut, portofolio hijau tercatat mencapai Rp 167 triliun.

Baca Juga: Ini Strategi Dapen BCA Jaga Keberlanjutan Pembayaran Manfaat Peserta

Portofolio hijau Bank Mandiri disalurkan ke sejumlah sektor prioritas. Porsi terbesar berasal dari pembiayaan pengelolaan sumber daya alam (SDA) hayati berkelanjutan yang mencapai Rp 113 triliun.

Selain itu, pembiayaan hijau Bank Mandiri juga mengalir ke berbagai sektor strategis lainnya, antara lain produk eco-efficient sebesar Rp 15,4 triliun, energi terbarukan Rp 12,2 triliun, bangunan berwawasan lingkungan Rp 10,1 triliun, serta transportasi ramah lingkungan senilai Rp 10 triliun.

Di sisi lain, PT Bank Maybank Indonesia Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan. Sepanjang 2025, Maybank Indonesia berhasil memobilisasi pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) sebesar Rp 8,24 triliun.

Capaian tersebut meningkat 93% secara tahunan, didorong oleh penyaluran pembiayaan ke sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan, serta Sustainability-Linked Loan di sektor energi.

Baca Juga: LKM BKD Kabupaten Pekalongan Ungkap Kendala yang Dihadapi untuk Menjadi Peserta SLIK

Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Tiffany Fransiska mengatakan, perseroan optimistis pembiayaan berkelanjutan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar pada tahun ini. Meski realisasi penyaluran sepanjang 2026 masih terus dipantau, perusahaan menargetkan nilai pembiayaan berkelanjutan setidaknya tidak lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

"Kalau untuk yang tahun 2026 pastinya masih terus kita monitor, secara target tidak akan pernah berkurang dari yang tahun sebelumnya. Kami berharap bahkan bisa lebih tinggi," ujarnya kepada Kontan di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News