KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya menyampaikan, perbedaan ketinggian hilal memungkinkan terjadinya perbedaan 1 Syawal 1447 Hijriah. “Perbedaan ketinggian ini (hilal) memungkinkan terjadinya perbedaan penetapan awal Syawal di berbagai belahan dunia,” kata Cecep dalam sidang isbat yang berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026). Secara astronomi, konjungsi atau ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.23 waktu universal (UT). Posisi ini menjadi acuan dalam menghitung kemungkinan terlihatnya hilal di berbagai wilayah.
Perbedaan Ketinggian Hilal Berpotensi Picu Perbedaan Idul Fitri di Dunia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya menyampaikan, perbedaan ketinggian hilal memungkinkan terjadinya perbedaan 1 Syawal 1447 Hijriah. “Perbedaan ketinggian ini (hilal) memungkinkan terjadinya perbedaan penetapan awal Syawal di berbagai belahan dunia,” kata Cecep dalam sidang isbat yang berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026). Secara astronomi, konjungsi atau ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.23 waktu universal (UT). Posisi ini menjadi acuan dalam menghitung kemungkinan terlihatnya hilal di berbagai wilayah.