JAKARTA. Apa yang menjadi perbedaan utama konglomerat dulu zaman Presiden Soeharto sebelum 1996 dan konglomerat saat ini? Ternyata mudah saja, jumlah aset mereka ternyata jauh lebih sedikit untuk konglomerat saat ini. Sementara aset perusahaan BUMN tumbuh luar biasa tinggi saat ini. Demikian ungkap Dr. Yuri Sato, Dirjen IDE-Jetro yang juga ahli Indonesia itu, khusus kepada Tribunnews.com, Selasa (24/10) sore. "Lihat saja Pertamina dengan aset 600 triliun rupiah, PLN dengan aset 200 triliun rupiah. Sedangkan aset Salim Grup hanya 170 triliun rupiah, Sinar Mas Grup hanya 120 triliun rupiah dan mulai konglomerat peringkat ketiga ke bawah semua kurang dari 100 triliun rupiah," paparnya. Jadi beda aset cukup jauh dibandingkan BUMN Indonesia, tambahnya.
Perbedaan konglomerat zaman Soeharto dan saat ini
JAKARTA. Apa yang menjadi perbedaan utama konglomerat dulu zaman Presiden Soeharto sebelum 1996 dan konglomerat saat ini? Ternyata mudah saja, jumlah aset mereka ternyata jauh lebih sedikit untuk konglomerat saat ini. Sementara aset perusahaan BUMN tumbuh luar biasa tinggi saat ini. Demikian ungkap Dr. Yuri Sato, Dirjen IDE-Jetro yang juga ahli Indonesia itu, khusus kepada Tribunnews.com, Selasa (24/10) sore. "Lihat saja Pertamina dengan aset 600 triliun rupiah, PLN dengan aset 200 triliun rupiah. Sedangkan aset Salim Grup hanya 170 triliun rupiah, Sinar Mas Grup hanya 120 triliun rupiah dan mulai konglomerat peringkat ketiga ke bawah semua kurang dari 100 triliun rupiah," paparnya. Jadi beda aset cukup jauh dibandingkan BUMN Indonesia, tambahnya.