Perbesar Produksi Kertas Daur Ulang, ALDO Dapat Kucuran Rp 472 Miliar dari BCA



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), emiten yang bergerak pada bisnis kertas dan bahan kimia yang terintegrasi melalui anak usahanya PT Eco Paper Indonesia (ECO) menerima pembiayaan hijau dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sekitar Rp 472 miliar. Kerja sama pembiayaan hijau dari BCA tersebut merupakan sebagai bentuk dukungan usaha dan investasi di segmen ekonomi sirkular yang menjadi bisnis inti dari ECO.

Pendanaan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan bisnis ECO yang bergerak pada produksi daur ulang kertas. Pembiayaan hijau ini juga merupakan sebuah kepercayaan terhadap komitmen ALDO dalam pengembangan green product dan green process pada bisnisnya.

Direktur Utama ALDO H. Sutanto mengatakan, pihaknya sangat bangga dapat menerima fasilitas pembiayaan hijau dari BCA yang sejalan dengan fokus bisnis ALDO dan ECO pada bisnis Environmental, Social, and Governance (ESG).


Pembiayaan yang dilakukan melalui penandatanganan perjanjian dan kesepakatan bersama pada akhir tahun lalu ini diharapkan dapat memperkuat usaha ALDO dalam mendukung ekonomi sirkular di Indonesia.

Baca Juga: Alkindo Naratama (ALDO) Bagikan Dividen Rp 2,08 Miliar, Simak Jadwalnya

"Adapun BCA dan ECO juga tengah menjajaki kemungkinan kerja sama lanjutan dalam pembiayaan hijau lainnya. Makanya kami akan terus berinovasi dalam mengembangkan bisnis berkelanjutan Perusahaan," ungkap dia dalam siaran pers yang diterima Kontan, Jumat (24/6).

ALDO menggunakan kertas daur ulang yang diproduksi ECO untuk memproduksi berbagai macam produk kertas konversi dengan konsep ramah lingkungan. Inisiatif tersebut menjadikan kertas daur ulang menjadi bernilai untuk digunakan menjadi berbagai macam produk. Kertas coklat seperti kraft liner, eco board, dan core board adalah produk utama dari ECO yang menjadi bahan baku bagi industri kertas konversi.

ECO sebagai produsen kertas daur ulang telah berhasil memperoleh sertifikat Forest Stewardship Council (FSC) dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Sertifikasi FSC ialah sertifikasi yang menyatakan bahwa produk yang digunakan berasal dari hutan dengan pengelolaan yang baik dan memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hal ini juga selaras dengan kerja sama BCA dan ECO untuk bisnis berkelanjutan melalui pembiayaan hijau.

Adanya dukungan pembiayaan hijau ini tentu menjadi kesempatan bagi ALDO untuk terus berinovasi dan mengembangkan bisnis, khususnya untuk pertumbuhan ekonomi sirkular di Tanah Air. Sebagai contoh, ALDO dengan menggunakan bahan baku dari ECO sudah membuat paper bag dan paper box ke sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), Food and Beverages (F&B), dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Adanya paper bag dan paper box ini merupakan upaya kami untuk mendorong penggunaan produk-produk ramah lingkungan,” jelas Sutanto.

 
ALDO Chart by TradingView

Baru-baru ini, ALDO juga membuat produk kemasan kertas coklat yang ramah lingkungan, yakni Hexa Wrap. Inovasi produk berkelanjutan Hexa Wrap ini merupakan pengganti gelembung plastik (bubble wrap) yang pertama di Indonesia yang terbuat dari kertas coklat atau recycled paper yang berbentuk struktur sarang lebah. Tujuannya adalah untuk mengurangi sampah plastik di industri e-commerce.

Sebagai informasi pada kuartal I-2022 ALDO meraih kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 70,8% (yoy).  Pada kuartal I-2022 ALDO juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp407,3 miliar atau naik 19,6% (yoy). Hal ini didorong oleh berbagai inovasi berkelanjutan ALDO.

“Ke depan kami berharap dapat terus meningkatkan kinerja kami yang didukung oleh berbagai strategi bisnis berkelanjutan ALDO. Diiringi dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti adanya pembiayaan hijau dari BCA ini, kami optimis dapat terus berkomitmen dalam ESG dan memberikan kinerja yang terbaik,” tutup Sutanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .