Perbesar sektor keuangan, MNC tambah modal



JAKARTA. MNC Grup berambisi untuk terus memperbesar bisnis jasa keuangan yang dimilikinya. CEO MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo mengatakan, MNC akan menambah modal sebesar Rp 5 triliun dalam empat tahun ke depan.

Sehingga, pada tahun 2018, modal PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang membawahi bisnis jasa keuangan MNC Grup bisa menjadi Rp 8 triliun dari saat ini sekitar Rp 3 triliun.

" Kami ingin mengembangkan seluruh lini asuransi, bank, sekuritas, dan juga multifinance,” kata Hary, di Jakarta, Selasa (23/9).


Untuk menambah modal, MNC Grup kerap mencari dana dengan penerbitan saham baru (rights issue). Bulan lalu, BCAP sudah menawarkan sebanyak 2,61 miliar saham baru atau setara 65,5% dari modal disetor, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 900 per saham.

Dengan begitu, BCAP mengantongi dana segar sebesar Rp 2,35 triliun. Sebanyak Rp 281 miliar akan digunakan untuk membayar uang muka HT Capital, sementara sekitar Rp 2,07 triliun dialokasikan untuk modal kerja.

BCAP juga sudah meningkatkan modal anak usaha yang baru diakuisisinya, PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP). Pada kesempatan yang sama, Eddy Rainal Sinulingga, Direktur Utama BABP mengatakan, lewat penambahan modal dari rights issue sebesar Rp 800 miliar yang dilakukan beberapa waktu lalu, modal inti BABP kini sudah sekitar Rp 1,5 triliun.

"Dengan begitu, kami sudah naik kelas ke BUKU II," ujarnya. Kini, BCAP tercatat menggenggam 39,75% saham BABP yang diakumulasi secara bertahap.

Selain memperbesar sektor bank, MNC Grup juga punya rencana untuk mengakuisisi perusahaan asuransi. Saat ini, BCAP sedang menjajaki peluang tersebut.

Jika rencana akuisisi ini berhasil diwujudkan, BCAP punya beberapa opsi untuk mengembangkan perusahaan asuransi tersebut. Salah satunya adalah menggabungkannya dengan perusahaan asuransi yang sudah dimiliki sebelumnya, yaitu PT MNC LIfe Assurance (MNC Life) atau PT MNC Asuransi Indonesia (MNC Insurance).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie