JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menghadapi dilema. Di saat inflasi dalam negeri kian rendah, BI memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan (BI rate), mendorong perbankan menurunkan bunga kredit, serta mendorong ekonomi dalam negeri. Namun dari sisi lain, BI melihat ada peluang Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya pada bulan ini. Selain itu, lemahnya daya beli masyarakat belum tentu mampu menyerap kredit kendati sudah berbunga rendah. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, rendahnya inflasi menujukkan harga telah kembali normal seperti sebelum puasa dan lebaran. Rendahnya inflasi telah sesuai dengan kajian BI bulan lalu.
Percuma bunga turun tapi daya beli lemah
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menghadapi dilema. Di saat inflasi dalam negeri kian rendah, BI memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan (BI rate), mendorong perbankan menurunkan bunga kredit, serta mendorong ekonomi dalam negeri. Namun dari sisi lain, BI melihat ada peluang Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya pada bulan ini. Selain itu, lemahnya daya beli masyarakat belum tentu mampu menyerap kredit kendati sudah berbunga rendah. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, rendahnya inflasi menujukkan harga telah kembali normal seperti sebelum puasa dan lebaran. Rendahnya inflasi telah sesuai dengan kajian BI bulan lalu.