Perdana Gapuraprima (GPRA) Kejar Pertumbuhan Pendapatan 10% pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengembang properti, PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) optimistis kinerja bisnis pada paruh kedua 2026 akan lebih baik dibandingkan semester pertama.

Manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5%-10% pada 2026 dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. 

Presiden Direktur GPRA Arvin Fibrianto Iskandar mengungkapkan, realisasi marketing sales sepanjang semester I-2026 masih berada dalam jalur yang sesuai dengan target perusahaan, meskipun belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. 


Baca Juga: Teknologi IoT Mendorong Pertumbuhan Smart Home di Indonesia

Perusahaan sendiri tercatat membukukan marketing sales sekitar Rp 200 miliar-Rp 250 miliar pada periode Januari-Juni 2026. 

"Untuk marketing sales saya sampaikan bahwa penjualan ini tetap ada, tetap bagus. Lebih kurang itu first semester ini marketing sales kita itu Rp 200 miliar- Rp 250 miliar," ujar Arvin, dalam Paparan Publik, Senin (29/6). 

Proses persetujuan kredit pemilikan rumah (KPR) yang relatif lambat masih menjadi salah satu faktor yang menahan percepatan penjualan pada semester pertama tahun ini.

Selain itu, banyaknya hari libur pada kuartal pertama juga turut mempengaruhi aktivitas transaksi properti.

Meski demikian, GPRA memperkirakan penjualan akan membaik pada semester kedua seiring membaiknya proses persetujuan kredit dan meningkatnya aktivitas pasar.

"Kita harapkan semester kedua ini kita lebih baik dari target yang kita harapkan itu lebih kurang kita sudah mencapai 90% dengan target Rp 250 miliar. untuk semester ini," sebutnya. 

Di tengah tantangan tingginya suku bunga dan ketidakpastian global akibat perang serta tekanan inflasi, GPRA menilai sektor properti masih memiliki peluang pertumbuhan yang cukup baik, terutama untuk segmen rumah menengah ke bawah.

Untuk itu, perusahaan saat ini berfokus mengembangkan proyek hunian dengan harga di bawah Rp 600 juta. Sebagai upaya  pertumbuhan penjualan ke depan, GPRA juga sudah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat.

Selain itu, perusahaan berupaya menawarkan skema pembiayaan dengan bunga tetap selama masa kredit untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Di sampung itu, inovasi produk dan ketepatan waktu pembangunan menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat konsumen terhadap proyek properti perusahaan. 

Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), GPRA mengalokasikan dana sekitar Rp 400 miliar pada 2026 yang dibagi untuk pengembangan proyek berjalan dan ekspansi lahan baru. Hingga kini, realisasi penggunaan capex sudah sebesar Rp 100 miliar. 

Adapun, sejumlah proyek yang menjadi fokus pengembangan perseroan pada tahun ini antara lain Botanica Cipubur, The Botanica Signature Padjajaran, dan Puri Semanan Residence. 

Selain itu, GPRA juga melanjutkan pengembangan klaster baru di sejumlah proyek existing. Rencana Right Issue

GPRA saat ini sedang mengkaji berbagai alternatif aksi korporasi dalam rangka mendukung strategi pertumbuhan usaha dan memperkuat struktur permodalan, termasuk melalui rencana Penawaran Umum Terbatas (PUT) atau Right Issue.

Selain melalui setoran dana tunai, GPRA akan mempertimbangkan kemungkinan pelaksanaan melalui mekanisme inbreng (setoran dalam bentuk selain uang), yang dapat berupa pengambilalihan atau akuisisi aset dan/atau bisnis yang dinilai memiliki nilai strategis dan prospek yang baik.

“Ada beberapa poin yang kita akan Rencana untuk penambahan Produk-produk kita maupun masuk dalam bisnis GPRA. Itu nantinya akan Membuat GPRA itu Semakin solid semakin bagus Dengan aset yang sangat bertambah,” pungkasnya. 

Hingga kuartal pertama lalu, GPRA tercatat membukukan penjualan bersih sebesar Rp 80,95 miliar. Angka ini mengalami penurunan 39% dibandingkan Rp 132,85 miliar pada kuartal I-2025. 

Penurunan penjualan membuat laba bersuh perusahaan terjun payung ke angka Rp 6,38 miliar, dari posisi semula Rp 37,31 miliar. 

Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Penyebab Harga LNG Mahal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News