KUALA LUMPUR. Desakan para pengunjuk rasa yang meminta Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak untuk mundur masih bertepuk sebelah tangan. Najib Razak dalam peringatan Hari Nasional Malaysia, Senin (31/8), secara tegas menolak mengundurkan diri meski ada desakan dari ribuan masyarakat Malaysia yang turun ke jalan pada Sabtu dan Minggu lalu. Najib bahkan menyerukan persatuan nasional. James Chin, Direktur Asia Institute University of Tasmania seperti dikutip CNBC mengungkapkan, tekanan publik yang meminta Najib mundur memang kuat. Namun, posisi Najib saat ini juga sangat kuat. Apalagi, mayoritas masyarakat Malaysia adalah melayu muslim. Sementara, pendemo dengan jumlah sekitar 25.000 orang berasal dari minoritas yakni keturunan China dan India. Menurut dia, stabilisasi kurs ringgit justru akan menjadi kunci bagi nasib Najib. Jika ekonomi Malaysia membaik dan ringgit kembali pulih, posisi Najib akan jauh lebih kuat.
Perdana Menteri Malaysia menolak mengundurkan diri
KUALA LUMPUR. Desakan para pengunjuk rasa yang meminta Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak untuk mundur masih bertepuk sebelah tangan. Najib Razak dalam peringatan Hari Nasional Malaysia, Senin (31/8), secara tegas menolak mengundurkan diri meski ada desakan dari ribuan masyarakat Malaysia yang turun ke jalan pada Sabtu dan Minggu lalu. Najib bahkan menyerukan persatuan nasional. James Chin, Direktur Asia Institute University of Tasmania seperti dikutip CNBC mengungkapkan, tekanan publik yang meminta Najib mundur memang kuat. Namun, posisi Najib saat ini juga sangat kuat. Apalagi, mayoritas masyarakat Malaysia adalah melayu muslim. Sementara, pendemo dengan jumlah sekitar 25.000 orang berasal dari minoritas yakni keturunan China dan India. Menurut dia, stabilisasi kurs ringgit justru akan menjadi kunci bagi nasib Najib. Jika ekonomi Malaysia membaik dan ringgit kembali pulih, posisi Najib akan jauh lebih kuat.