Peretasan Bursa Global Meningkatkan Risiko Volatilitas Pasar Kripto



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Insiden peretasan pada bursa aset kripto global menambah tekanan terhadap pasar aset digital. Peristiwa tersebut turut memengaruhi sentimen investor dan meningkatkan volatilitas harga bitcoin dan ethereum.

Mengutip Reuters yang dipublikasikan melalui ThePrint pada 30 Oktober 2026, insiden peretasan tersebut mengakibatkan pencurian aset kripto senilai sekitar US$ 6,3 miliar. Sekitar US$ 3 miliar di antaranya dilaporkan berhasil dibekukan melalui koordinasi dengan penerbit stablecoin dan mitra industri blockchain.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn mengatakan, insiden keamanan pada platform perdagangan global berpotensi memengaruhi sentimen investor. Terutama terkait kepercayaan terhadap keamanan platform dan perlindungan aset pengguna.


Baca Juga: OJK: Ada 8 Perusahaan Antre IPO, Nilainya Capai Rp 9,15 Triliun

Namun, insiden pada satu platform tidak serta-merta mencerminkan kondisi keamanan seluruh industri kripto. "Setiap platform memiliki infrastruktur, sistem keamanan, dan mekanisme pengelolaan risiko yang berbeda," ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11).

Selain sentimen keamanan, pergerakan aset kripto juga dipengaruhi kondisi makroekonomi global, kebijakan suku bunga, likuiditas, dan aktivitas perdagangan. Di pasar derivatif, volatilitas tinggi juga berpotensi memicu likuidasi posisi dengan leverage, sehingga memperbesar tekanan harga.

Ryan mengingatkan investo tidak mengambil keputusan berdasarkan kepanikan akibat pemberitaan atau pergerakan harga jangka pendek. Investor perlu mencermati perkembangan pasar serta menerapkan manajemen risiko dengan mempertimbangkan profil dan tujuan investasi masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News