KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergantian posisi Direktur Utama PT PLN (Persero) dari Darmawan Prasodjo kepada Suroso Isnandar dinilai harus menjadi momentum penting pembenahan tata kelola ketenagalistrikan. Institute for Essential Services Reform (IESR) menegaskan kepemimpinan baru PLN tidak boleh sekadar melanjutkan program lama, melainkan harus melakukan transformasi bisnis. CEO IESR, Fabby Tumiwa mencatat kinerja keuangan BUMN setrum ini masih sangat bergantung pada dukungan fiskal dari pemerintah. Meski berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 582,7 triliun pada tahun 2025, laba bersih PLN hanya menyentuh angka Rp 7 triliun di tengah besarnya subsidi dan kompensasi yang mencapai sekitar Rp 200 triliun.
Pergantian Dirut PLN, IESR Desak Tiga Langkah Reformasi Bisnis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergantian posisi Direktur Utama PT PLN (Persero) dari Darmawan Prasodjo kepada Suroso Isnandar dinilai harus menjadi momentum penting pembenahan tata kelola ketenagalistrikan. Institute for Essential Services Reform (IESR) menegaskan kepemimpinan baru PLN tidak boleh sekadar melanjutkan program lama, melainkan harus melakukan transformasi bisnis. CEO IESR, Fabby Tumiwa mencatat kinerja keuangan BUMN setrum ini masih sangat bergantung pada dukungan fiskal dari pemerintah. Meski berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 582,7 triliun pada tahun 2025, laba bersih PLN hanya menyentuh angka Rp 7 triliun di tengah besarnya subsidi dan kompensasi yang mencapai sekitar Rp 200 triliun.