Pergerakan Emiten Minyak Bergantung pada Harga Minyak Mentah Dunia



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga minyak mentah dunia masih memasuki fase penurunan. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei 2023 pada Selasa (28/3) pukul 19.12 WIB, berada di level US$ 72,90 per barel. 

Posisi ini lebih rendah dibandingkan harga minyak mentah dunia di awal tahun 2023, yang masih di posisi US$ 80,11 per barel.

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani melihat pergerakan harga saham emiten minyak sangat bergantung terhadap pergerakan harian WTI Crude Oil, tercermin dari salah satu emiten minyak terbesar yaitu MEDC dimana pergerakan harga sahamnya sangat mirip dengan pergerakan harian WTI Crude Oil. 


Baca Juga: Harga Minyak Turun, Kinerja Emiten Migas Bisa Tertekan

"Dampaknya signifikan pas harga WTI crude oil anjlok emiten minyak domestik juga ikut trend nya dan saham mereka anjlok sesuai dengan keanjlokan harga WTI Crude Oil,"jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (28/2). 

Arjun mengatakan saham emiten energi kurang kondusif karena harga energi sedang turun termasuk minyak. Jika dilihat dari sisi reopening Cina belum ada pemindahan ke kenaikan harga minyak dan komoditas energi lain. 

Selain itu, kendala pasokan tidak terlihat seperti tahun lalu yang mendukung kenaikan harga komoditas energi seperti minyak dan batubara.

Arjun mengatakan pada tahun lalu re-opening ekonomi global serta kendala pasokan komoditas energi dan perang Russia-Ukraina membuat komoditas energi mengalami kenaikan.

Baca Juga: Valuasi IHSG Masih Murah, Bagaimana Prospek Investasi di Pasar Saham?

Menurut Arjun pada tahun 2023 ini komoditas energi mulai melandai dan mengalami koreksi dan belum merekomendasikan untuk masuk ke emiten minyak karena kurang kondusif saat ini.

Arjun mengatakan jika investor ingin masuk ke emiten minyak bisa menunggu rebound gerak minyak WTI terlebih dahulu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli