Pergerakan Rupiah Dibayangi Sentimen Geopolitik, Cek Proyeksinya untuk Rabu (25/2)



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (24/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,16% secara harian ke Rp 16.829 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,07% secara harian ke Rp 16.830 per dolar AS. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen yang perlu dilihat untuk mencermati pergerakan rupiah besok terkait sentimen geopolitik. Iran dan AS disebut akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir.


Amerika Serikat ingin Iran menghentikan program nuklirnya, tetapi Iran dengan tegas menolak, dan membantah sedang berupaya mengembangkan senjata atom.

Baca Juga: Diversifikasi Pasar, Kinerja Adaro Andalan (AADI) Diproyeksi Stabil di Kuartal I-2026

Disebutkan juga bahwa Departemen Luar Negeri menarik personel pemerintah yang tidak penting dan keluarga mereka dari kedutaan AS di Beirut Lebanon di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang risiko konflik militer dengan Iran. 

“Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Senin bahwa itu akan menjadi "hari yang sangat buruk" bagi Iran jika tidak mencapai kesepakatan,” terang Ibrahim, Selasa (24/2/2026).

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, lantaran tidak ada rilis data ekonomi baik dari internal maupun eksternal, investor masih akan terus menimbang dampak dari perkembangan terbaru seputar kebijakan tarif AS dan antisipasi perundingan AS-Iran hari Kamis. 

Baca Juga: Rights Issue Marak Awal Tahun, Ini Dampaknya bagi Emiten dan Investor

“Dengan ketidakpastian yang masih besar, baik dari ekonomi maupun geopolitik, rupiah diperkirakan masih susah bangkit,” ucap Lukman, Selasa (24/2/2026). 

Lukman memperkirakan rupiah pada Rabu (25/2/2026) bergerak di kisaran Rp 16.750 – Rp 16.900 per dolar AS.

Sementara Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.830 – Rp 16.860 per dolar AS.

Selanjutnya: Diversifikasi Pasar, Kinerja Adaro Andalan (AADI) Diproyeksi Stabil di Kuartal I-2026

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (25/2), Jabodetabek Hujan Lebat di Mana?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News