KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan rupiah pada perdagangan besok, Kamis (14/7) akan ditentukan oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS akan mengumumkan data consumer price index (CPI) untuk bulan Juni pada malam nanti. Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengungkapkan, rilis data ini dinantikan pasar karena akan memperlihatkan hasil kebijakan agresif The Fed bulan lalu dalam meredam inflasi. Selain itu, data tersebut sekaligus menentukan arah kebijakan The Fed pada rapat FOMC bulan ini. Dia menjelaskan, inflasi yang lebih tinggi daripada perkiraan berpotensi membuat The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps, atau sama seperti dengan bulan Mei lalu. Namun, jika angkanya lebih rendah, besar kemungkinan kenaikan suku bunga hanya akan sebesar 50 bps, atau sesuai dengan ekspektasi pasar.
Pergerakan Rupiah Esok (14/7) Ditentukan Rilis Data Inflasi AS Nanti Malam
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan rupiah pada perdagangan besok, Kamis (14/7) akan ditentukan oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS akan mengumumkan data consumer price index (CPI) untuk bulan Juni pada malam nanti. Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengungkapkan, rilis data ini dinantikan pasar karena akan memperlihatkan hasil kebijakan agresif The Fed bulan lalu dalam meredam inflasi. Selain itu, data tersebut sekaligus menentukan arah kebijakan The Fed pada rapat FOMC bulan ini. Dia menjelaskan, inflasi yang lebih tinggi daripada perkiraan berpotensi membuat The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps, atau sama seperti dengan bulan Mei lalu. Namun, jika angkanya lebih rendah, besar kemungkinan kenaikan suku bunga hanya akan sebesar 50 bps, atau sesuai dengan ekspektasi pasar.