Pergerakan tembaga positif dalam jangka pendek



JAKARTA. Harga tembaga terangkat di akhir pekan. Pada penutupan hari Jumat (23/9) lalu, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) terangkat sebesar 0,04% ke level US$ 4.855 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Sedangkan pada Jumat (16/9) sepekan sebelumnya, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di LME di level US$ 4.788 per metrik ton.

Ibrahim, direktur PT Garuda Berjangka mengatakan, permasalahan mogok pekerja tambang di Chili mengakibatkan pasokan tembaga di pasar global akan tertekan. Sementara di Asia, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte masih akan menutup beberapa tambang lagi terkait dengan isu lingkungan. 

Sementara di lain sisi, industri otomotif di China yang sedang meningkat juga menjadi katalis melesatnya harga tembaga di pasar dunia. Penjualan mobil penumpang di China melonjak sekitar 26,6% menjadi 14,4 juta unit per Agustus tahun ini ditopang oleh pemotongan pajak yang berlaku mulai September tahun ini. 


Momentum penjualan kendaraan yang baik ini, diduga masih akan terus berlanjut sampai beberapa bulan ke depan. Padahal, beberapa bulan yang silam, banyak pihak merasa nilai logam yang banyak digunakan sebagai bahan kabel dan kawat untuk peralatan elektonik ini akan jatuh dikarenakan data penjualan peralatan elektronik di China sedang kurang baik.

Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka menilai, Senin (26/9), pengaruh suku bunga The Fed yang rendah menjadi sentimen yang baik untuk kenaikan harga tembaga. "Selain itu, pelaku pasar dunia juga sudah melihat rilis resmi pemerintah AS soal unemployment insurance claim yang turun. Hal ini bagus, meskipun memang tidak terlalu signifikan dalam menaikkan harga komoditas," ujar dia.

Meskipun dalam jangka pendek tembaga masih banyak diselimuti sentimen positif, Ibrahim menilai hingga akhir tahun harga logam ini cenderung fluktuatif. Hal ini dikarenakan ada kecenderungan dari bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News