Pergeseran Permintaan Layanan Kesehatan Dorong Pertumbuhan Industri Estetika



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kualitas hidup yang terus meningkat membuka peluang pertumbuhan bagi industri wellness dan estetika di Indonesia.

Perubahan perilaku konsumen yang kini memandang kesehatan secara lebih holistik mendorong permintaan terhadap layanan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, juga pencegahan, perawatan diri, dan peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Melihat tren tersebut, salah satu klinik, Bamed, memperkuat pengembangan layanan aesthetic dan wellness. Chief Executive Officer Bamed, dr. Yassin Yanuar Mohammad mengatakan, smasyarakat tidak lagi memandang kesehatan hanya sebagai upaya mengatasi penyakit atau keluhan fisik, melainkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas hidup dan kepercayaan diri.


"Perubahan pola pikir tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap layanan yang mengintegrasikan berbagai aspek kesehatan," kata Yassin, Kamis (18/6).  

Chief Business Marketing & Customer Management Officer Bamed, dr. Ratu Abigail Audity menambahkan, beberapa tahun terakhir terjadi perubahan signifikan dalam perilaku konsumen. Jika sebelumnya perawatan diri lebih banyak berfokus pada wajah, kini kebutuhan berkembang ke perawatan tubuh secara menyeluruh atau full body care.

Baca Juga: Penjualan LCGC Nasional Turun 22,9% hingga Mei 2026, Honda Andalkan Brio Satya S CVT

"Pasar saat ini semakin mencari solusi yang tidak hanya memberikan hasil estetika, tetapi juga mendukung wellbeing secara menyeluruh," kata Audy.

Seiring meningkatnya permintaan tersebut, Bamed memperluas pemanfaatan teknologi medis untuk menghadirkan layanan yang lebih efektif dan minim tindakan invasif. Chief Medical & Ancillary Services Officer Bamed, dr. Adhimukti T. Sampurna menjelaskan, pasien modern cenderung memilih treatment yang aman, praktis, dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bamed juga melihat peluang pertumbuhan pada segmen intimate wellness yang mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari masyarakat.  Di sisi lain, pengelolaan berat badan juga menjadi salah satu segmen yang terus berkembang.Sementara itu, pada segmen dermatologi, perusahaan juga mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan skin rejuvenation.

Saat ini Bamed mengelola sembilan klinik di berbagai kota dengan dukungan lebih dari 110 dokter. Mayoritas merupakan dokter spesialis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News