KONTAN.CO.ID - Kalangan individu dengan kekayaan sangat tinggi (ultra-high-net-worth individuals / UHNWI) di kawasan Asia kini semakin aktif memindahkan serta mendiversifikasikan portofolio aset mereka. Tidak hanya berfokus pada instrumen keuangan konvensional, para pemilik modal besar ini mulai melirik kombinasi aset fisik, instrumen lindung nilai, hingga kelas aset digital yang dinilai lebih adaptif terhadap dinamika global. CEO Malayan Banking Bhd (Maybank) Singapura, Alvin Lee, mengungkapkan bahwa kalangan superkaya senantiasa mengombinasikan instrumen keuangan dengan kepemilikan aset fisik nyata demi mengamankan kekayaan lintas generasi. Baca Juga: Investor ETF Amerika Lebih Pilih Obligasi Tenor Pendek, Mengapa?
- Arus Balik ke Singapura: Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mendorong sebagian besar dana dan kepemilikan emas fisik dalam skala masif yang sempat berpindah ke Dubai untuk kembali masuk ke Singapura. Stabilitas pemerintahan, sistem perlindungan hukum, serta insentif pajak yang kompetitif mempertahankan posisi Singapura sebagai safe haven utama dunia.
- Daya Tarik Malaysia bagi Konglomerat Tiongkok: Di sisi lain, Malaysia menjadi magnet baru bagi kalangan miliarder asal Tiongkok—negara dengan populasi miliarder terbanyak di dunia versi Hurun—untuk merelokasi bisnis dan tempat tinggal. Valuasi pasar yang kompetitif dibandingkan Singapura membuat wilayah seperti Kuala Lumpur, Penang, hingga Malaka kebanjiran minat pembelian properti residensial maupun komersial.
DPR Dorong Roadmap Kendaraan Listrik Nasional, TKDN Ditargetkan 80% Mulai 2030
© 2026 Konten oleh Kontan