Perhelatan KTT G20 dan Momentum Kebangkitan Wisata Indonesia



KONTAN.CO.ID - BALI. Pemerintah memilih Bali sebagai lokasi puncak pertemuan KTT G20 tahun ini. Pulau Dewata pun bersolek. Bali siap mendukung tiga agenda prioritas G20, yakni transisi energi berkelanjutan, arsitektur kesehatan global dan transformasi ekonomi digital.

Aura kebangkitan pariwisata Bali mulai terasa sejak pelancong menginjakkan kaki di Bandara Ngurah Rai. Lalu lintas penerbangan menuju Bali turut menggerakkan denyut bisnis pariwisata di provinsi dengan penduduk lebih dari 4 juta jiwa itu.

Agaknya Pulau Dewata -- ikon wisata Indonesia, sudah melupakan efek pandemi Covid-19 yang selama dua tahun terakhir mengempaskan bisnis pariwisata setempat. Bali berbenah untuk menyambut delegasi dari 20 negara anggota KTT G20. 


Baca Juga: Infrastruktur Green Tourism Terus Dilengkapi, PLN dan Pertamina Kompak Bangun PLTS

G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20  merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 meliputi Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki dan Uni Eropa.

Tentu saja, perhelatan ini mendatangkan banyak manfaat bagi bisnis pariwisata di Bali dan Indonesia pada umumnya. Dukungan infrastruktur berkonsep hijau pun menjadi prioritas. Sebab, KTT G20 tahun ini mengusung tiga agenda prioritas: transisi energi berkelanjutan, arsitektur kesehatan global dan transformasi ekonomi digital.

Sejumlah korporasi, baik BUMN maupun swasta terlibat menyokong Bali untuk menyambut perhelatan KTT G20. 

Baca Juga: In Journey Kebut Inisitif Green di TMII, Mandalika, Borobudur, dan The Nusa Dua

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, pengelola The Nusa Dua, sedang menyiapkan infrastruktur berkonsep hijau untuk menyambut kedatangan para delegasi negara G20. 

Berdiri di lahan seluas 350 hektare, sebagian kawasan The Nusa Dua memang asri. Tak terlalu banyak bangunan berdiri, sementara pepohonan menyelimuti kawasan tersebut. Infrastruktur jalan tertata rapi dipagari pepohonan tinggi nan teduh. The Nusa Dua memiliki kelengkapan 21 hotel, akomodasi total 5.485 kamar hotel serta fasilitas MICE yang mampu menampung lebih dari 20.000 delegasi.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer mengungkapkan, The Nusa Dua siap mendukung KTT G20. "Pembangunan infrastruktur dan jaringan layanan TIK terintegrasi dengan menggandeng Tower Bersama Group (TBIG)," kata dia, Kamis (7/7). 

Kelak, kawasan The Nusa Dua tak mengizinkan kendaraan bensin berlalu lalang. Sebagai gantinya, The Nusa Dua menyediakan mobil elektrik. Kendaraan listrik yang tersedia sejumlah 20 unit Toyota COMS berkapasitas satu penumpang, 5 unit Toyota C+pod dengan kapasitas dua penumpang, dan 5 unit Toyota Prius yang berkapasitas empat penumpang.

Baca Juga: Kemenparekraf Tetapkan Tujuh Desa Berkonsep Green Tourism, Ini Profilnya

PT Blue Bird Tbk (BIRD) juga siap mendukung KTT G20. Emiten transportasi ini akan menambah taksi dan mobil listrik. "Saat ini sudah ada 5 unit taksi listrik dan mudah-mudahan bisa bertambah lagi sampai 30 unit untuk support kegiatan G20 di bali," ungkap Vice President Marketing and Communication dan General Manager Group Area Bali Lombok PT Blue Bird Tbk (BIRD), Putu Gede Panca Wiadnyana, Kamis (7/7).

Dengan taksi listrik, Blue Bird ingin mendukung green economy. Untuk taksi bensin, mereka melakukan perawatan berkala agar emisi gas buang tidak tinggi. "Kami ada maintenance setiap bulan, masuk bengkel dan ada uji emisi," urai Panca.

Baca Juga: Krisis Semikonduktor Mengganggu Produksi Mobil Listrik Hyundai IONIQ 5

Dari sisi infrastruktur energi hijau, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina gencar membangun proyek. PLN Bali menyiapkan keandalan listrik menuju KTT G20 di Nusa Dua. Selain itu, PLN terus mengembangkan sumber listrik hijau di sejumlah wilayah di Pulau Dewata.

Made Arya, Manager Komunikasi PLN UID Bali menjelaskan, PLN sudah membangun PLTMH Sambangan dengan kapasitas 1 MW berlokasi di Kabupaten Singaraja bekerja sama dengan pengembang listrik swasta (IPP). Kemudian ada PLTS Banglet dengan kapasitas 1 MWp berlokasi di Kabupaten Bangli, PLTS Kubu dengan kapasitas 1 MWp di Kabupaten Kubu, PLTS Hybrid di Nusa Penida dengan kapasitas 3,5 MWac + BESS 1,82 MWh, PV Rooftop di 35 Gedung PLN Bali Group dengan kapasitas 869,75 kWp. "Investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 87,5 Miliar," kata dia.

Baca Juga: Makin Dilirik Wisatawan, Begini Upaya Pemprov Bali Kembangkan Pariwisata Hijau

Sementara Sekretaris Perusahaan PT Pertamina NRE, Dicky Septriadi menjelaskan, pihaknya mendukung KTT G20 dengan berkontribusi meningkatkan proyek pembangkit EBT. Misalnya, Pertamina membangun PLTS hampir di semua SPBU di wilayah Bali. "Kami membangun EBT dari halaman rumah kami demi mengejar dekarbonasiasi sebagai perusahaan migas," ujar dia.

Kemudian, Pertamina mendukung mobilisasi dalam perhelatan G20 dengan menyediakan lokasi penukaran baterai motor listrik di SPBU Hayam Wuruk Denpasar. "Kami juga akan mendukung wisata hijau yang dicanangkan Pemprov Bali. Bali memang punya aturan soal EBT," ungkap dia kepada KONTAN, Kamis (7/7).

Baca Juga: Mengacu Tri Hita Karana dan Tri Mandala, Inilah Green Tourism Ala ITDC The Nusa Dua

KTT G20 juga menjadi momentum kebangkitan bisnis pariwisata Bali. Deputy Chief Operating Officer PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), Elvan Prawira bilang, pihaknya terus berbenah menyambut G20. Saat ini, okupansi jaringan hotel INPP (Sheraton, Yello dan Aloft) di Bali berkisar 80%-90%. Khusus untuk Sheraton Resort Bali, INPP bahkan menyediakan titik tertinggi di Kuta, yaitu Sundowner Rooftopi, agar wisatawan bisa menikmati tertidurnya sang surya dari ketinggian tanpa terganggu jarak.

Di segmen digital, UMKM Bali siap merangsek pasar. Meluwes Coffee, salah satu UMKM binaan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengembangkan konsep digital. Dengan sekali klik di website dan aplikasi, kini Meluwes Coffee bisa menjangkau pembeli dan memasarkan produknya secara luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sandy Baskoro