Perikanan Indonesia Catatkan Penjualan hingga Rp 248 Miliar di Semester I-2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perikanan Indonesia (Persero), sebagai salah satu anggota holding pangan ID FOOD mencatat penjualan sebesar Rp 248 miliar pada semester I-2023. Penjualan ini tumbuh 10% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan peningkatan penjualan ini didorong pertumbuhan penjualan pada segmen Fish Processing and Trading serta penjualan dari pabrik pakan yang sudah mulai pulih.

Sigit bilang, ke depan, Perikanan Indonesia akan fokus untuk memperbaiki kinerja dan pencapaian Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023 di semester II.


Baca Juga: Kerjasama dengan Perusahaan China, PT Perindo Indonesia Berpotensi Gaet Rp 96 Miliar

“Untuk rencana ekspansi di semester II, perusahaan akan melanjutkan program untuk Optimalisasi Kawasan Pelabuhan Nizam Zachman, penangkapan ikan terukur dan optimalisasi pasar ikan modern Muara Baru,” jelas Sigit kepada Kontan.co.id, Senin (4/9).

Sebelumnya pada 23 Agustus-25 Agustus 2023, Perikanan Indonesia telah menandatangani kerja sama dengan 6 perusahaan China, antara lain Shanggang-Edi China Trading Co. Ltd., Tiancheng (Shanghai) Supply Chain Services Co., Ltd, dan Shanghai Seafirst Co., Ltd terkait pengembangan bisnis produk perikanan terpadu.

Selain itu, Perikanan Indonesia juga menggaet perusahaan lain yakni Lygend Resources & Technology Co., Ltd, Zhejiang Ocean Fisheries Co., Ltd, dan Matrix Resources Co., Ltd terkait kerja sama operasional pengembangan pelabuhan perikanan dan program penangkapan ikan terukur.

Baca Juga: KKP Jajaki Pengembangan Budidaya Benih Lobster dengan Investor

Melihat catatan keuangan yang positif, Sigit mengatakan Perikanan Indonesia hingga akhir tahun 2023 menargetkan pendapatan sebesar Rp 698 miliar dengan EBITDA sebesar Rp 51,3 miliar. 

“Dengan rincian fish processing and trading Rp 451 miliar, jasa ke pelabuhan Rp 184 miliar dan pabrik pakan Rp 61 miliar. Target tersebut lebih tinggi dari target RKAP yang dipatok sebesar Rp 624 miliar,” tutup Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi