KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (
KLBF) melihat prospek bisnis apotek dan layanan kesehatan masih terbuka di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa berbelanja produk kesehatan melalui kanal digital. Head External & Stakeholders Relation Kalbe Farma Hari Nugroho mengatakan, perubahan pola belanja tersebut mendorong perseroan untuk memperkuat kehadiran di kanal online. Namun, perkembangan digital dinilai tidak serta-merta menggantikan peran apotek fisik. Menurutnya, karakteristik produk dan tingkat harga turut memengaruhi pilihan konsumen dalam menentukan kanal pembelian. Produk kesehatan dengan harga premium seperti vitamin dan suplemen saat ini memiliki peluang yang cukup besar untuk dipasarkan melalui kanal online.
Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Optimistis Bisnis Tetap Tumbuh hingga Akhir Tahun, Ini Penopangnya "Konsumen saat ini semakin terbiasa membeli produk kesehatan secara online, sehingga kehadiran di kanal digital juga menjadi hal yang penting bagi kami. Saat ini, kami telah memiliki presence di kanal online, terutama untuk produk-produk yang lebih premium, seperti vitamin dan suplemen," ujar Hari kepada Kontan, Kamis (3/9/2026). Sementara itu, untuk produk dengan harga yang lebih terjangkau, konsumen masih cenderung memilih pembelian secara langsung di toko karena dinilai lebih ekonomis. Dengan kondisi tersebut, Kalbe melihat kanal digital dan jaringan fisik dapat berjalan berdampingan untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang berbeda. "Untuk produk-produk dengan harga yang lebih terjangkau, konsumen masih cenderung melihat pembelian secara langsung di toko sebagai pilihan yang lebih ekonomis. Oleh karena itu, kami melihat bahwa kedua kanal ini ke depannya dapat terus dikembangkan untuk saling melengkapi," lanjutnya. Di sisi lain, Kalbe juga masih membuka ruang untuk mengembangkan jaringan apotek dan layanan kesehatan. Namun, KLBF akan lebih selektif dalam menentukan ekspansi gerai dengan mempertimbangkan potensi pasar dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Baca Juga: Gaikindo: E20 Belum Bisa Digunakan Sebagian Besar Merek Kendaraan "Kami tetap melihat pengembangan jaringan apotek dan layanan kesehatan sebagai salah satu area yang penting untuk terus dieksplorasi ke depan. Kami akan terus mengevaluasi peluang ekspansi secara selektif dengan mempertimbangkan potensi pasar dan kebutuhan masyarakat dari masing-masing lokasi," kata Hari. Meski demikian, Kalbe belum membeberkan target penambahan gerai maupun nilai investasi yang disiapkan untuk ekspansi jaringan tersebut. Kalbe Farma akan menyesuaikan pengembangan jaringan dengan potensi pasar yang tersedia. Selain mengandalkan ekspansi jaringan, Kalbe melihat peluang pertumbuhan bisnis apotek dari perubahan komposisi permintaan konsumen. KLBF bilang, kategori
preventive dan
non-curative health memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar. Hari mengatakan, permintaan terhadap produk obat bebas atau over the counter (OTC) cenderung defensif karena konsumen umumnya baru melakukan pembelian ketika mengalami sakit. Kondisi tersebut membuka peluang bagi produk yang mendorong konsumen melakukan pencegahan dan menjaga kesehatan sebelum sakit. "Permintaan untuk produk OTC cenderung bersifat defensif, di mana konsumen biasanya membeli produk hanya ketika sakit. Hal ini membuka peluang untuk mengembangkan kategori yang lebih bersifat preventif, seperti produk herbal, multivitamin, suplemen, dan
energy drinks," jelasnya. Kalbe saat ini berfokus mengembangkan kategori suplemen, multivitamin, dan herbal. KLBF juga melihat tren positif pada kategori
wellness, personal care, dan kecantikan.
Menurut Hari, permintaan pada kategori tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat meskipun ukuran pasarnya saat ini masih relatif kecil. Karena itu, kategori
wellness menjadi salah satu ruang yang masih terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut. "Kami juga melihat adanya tren yang semakin positif terhadap kategori
wellness, personal care, kecantikan, dengan pertumbuhan
demand yang cukup kuat meskipun ukuran pasarnya saat ini masih relatif kecil," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News