KONTAN.CO.ID - Center of Economics and Law Studies (Celios) menilai daya saing ekonomi Indonesia semakin tertinggal dibandingkan negara-negara utama di kawasan ASEAN. Tekanan daya beli, perlambatan sektor usaha, serta keterbatasan ruang fiskal pemerintah membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diproyeksikan hanya mentok di kisaran 5%. Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menyebut target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% pada triwulan IV 2025 terlalu berat untuk direalisasikan. Bahkan secara tahunan, ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit menembus level 5,2%. “Kami sejak awal sudah meragukan target pertumbuhan 5,4%. Secara tahunan, berat juga mencapai 5,2%. Mentok di 5,0%,” ujar Huda kepada Kontan, Minggu (18/1/2026).
Peringatan Celios: Daya Saing RI Kalah Jauh dari Vietnam dan Malaysia
KONTAN.CO.ID - Center of Economics and Law Studies (Celios) menilai daya saing ekonomi Indonesia semakin tertinggal dibandingkan negara-negara utama di kawasan ASEAN. Tekanan daya beli, perlambatan sektor usaha, serta keterbatasan ruang fiskal pemerintah membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diproyeksikan hanya mentok di kisaran 5%. Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menyebut target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% pada triwulan IV 2025 terlalu berat untuk direalisasikan. Bahkan secara tahunan, ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit menembus level 5,2%. “Kami sejak awal sudah meragukan target pertumbuhan 5,4%. Secara tahunan, berat juga mencapai 5,2%. Mentok di 5,0%,” ujar Huda kepada Kontan, Minggu (18/1/2026).
TAG: