KONTAN.CO.ID - BEIJING. International Monetary Fund (IMF) kembali menyoroti arah kebijakan ekonomi China. Dalam laporan tinjauan tahunannya, IMF menilai strategi pertumbuhan Negeri Tirai Bambu masih terlalu bertumpu pada ekspor dan industri, sehingga memicu ketidakseimbangan di dalam negeri sekaligus tekanan bagi mitra dagang. IMF secara tegas meminta Beijing menggeser model pertumbuhan menuju konsumsi domestik. “Transisi ke model pertumbuhan berbasis konsumsi harus menjadi prioritas utama,” tulis dewan eksekutif IMF seperti yang dilansir Bloomberg (19/2) Sorotan utama IMF tertuju pada lonjakan surplus transaksi berjalan China yang dinilai menciptakan dampak limpahan yang merugikan bagi negara lain. Untuk 2025, IMF memperkirakan surplus mencapai 3,3% dari produk domestik bruto (PDB), lebih dari dua kali lipat proyeksi sebelumnya. Bahkan, perhitungan awal Bloomberg menunjukkan surplus bisa menembus 3,7% dari PDB, ditopang rekor kelebihan ekspor barang hingga US$ 1,2 triliun.
Peringatan IMF, Surplus China Bawa Risiko Dagang Global
KONTAN.CO.ID - BEIJING. International Monetary Fund (IMF) kembali menyoroti arah kebijakan ekonomi China. Dalam laporan tinjauan tahunannya, IMF menilai strategi pertumbuhan Negeri Tirai Bambu masih terlalu bertumpu pada ekspor dan industri, sehingga memicu ketidakseimbangan di dalam negeri sekaligus tekanan bagi mitra dagang. IMF secara tegas meminta Beijing menggeser model pertumbuhan menuju konsumsi domestik. “Transisi ke model pertumbuhan berbasis konsumsi harus menjadi prioritas utama,” tulis dewan eksekutif IMF seperti yang dilansir Bloomberg (19/2) Sorotan utama IMF tertuju pada lonjakan surplus transaksi berjalan China yang dinilai menciptakan dampak limpahan yang merugikan bagi negara lain. Untuk 2025, IMF memperkirakan surplus mencapai 3,3% dari produk domestik bruto (PDB), lebih dari dua kali lipat proyeksi sebelumnya. Bahkan, perhitungan awal Bloomberg menunjukkan surplus bisa menembus 3,7% dari PDB, ditopang rekor kelebihan ekspor barang hingga US$ 1,2 triliun.
TAG: