KONTAN.CO.ID - Dengan perang tarif yang sedang berlangsung, Federal Reserve menghentikan kenaikan suku bunga untuk kedua kalinya. Terjadinya perang tarif juga meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, pasar kripto juga tampak volatil. Harga berfluktuasi liar, investor gelisah, dan tidak seorang pun tampaknya yakin apa yang harus dilakukan selanjutnya. Haruskah mereka membeli, menjual, atau menunggu? Sebagian pelaku pasar menilai kondisi saat ini hanyalah siklus yang rutin terjadi. Sementara, yang lainnya memperingatkan risiko yang lebih besar di masa mendatang.
Namun menurut investor dan penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, masalah sebenarnya bukanlah pasar – melainkan pola pikir. Melansir Coinpedia.org, berikut ini yang ingin disampaikan Robert Kiyosaki kepada pengikutnya di media sosial X. Kendala Terbesar Anda untuk Meraih Kekayaan Kiyosaki percaya bahwa investor tidak hanya tertahan oleh Fear of Missing Out (FOMO) alias kecemasan jika tertinggal terhadap suatu peristiwa tertentu. Namun, lanjutnya, mereka juga berjuang dengan masalah yang lebih dalam: Fear of Making Mistakes (FOMM) atau rasa takut untuk berbuat kesalahan. Menurutnya, ketakutan ini menghentikan orang untuk memanfaatkan peluang finansial yang besar, terutama Bitcoin. Baca Juga: 6 Pendapatan Pasif Terbaik di Tahun 2025 ala Robert Kiyosaki, Bitcoin Tak Termasuk Kiyosaki memperingatkan bahwa banyak orang berinvestasi tanpa melakukan riset yang tepat, dan lebih mengandalkan media sosial, teman, atau berita keuangan. Ia berpendapat bahwa pola pikir ini mengubah investasi menjadi perjudian, yang membuat kerugian lebih mungkin terjadi.