Peringkat Bank Mandiri naik drastis



JAKARTA. Bank Mandiri boleh berbangga diri atas prestasi yang diraih. Peringkat Bank Mandiri dalam Top 1.000 World Banks 2012 yang dipublikasikan The Bankers Magazine, mengalami peningkatan tertinggi dibandingkan bank utama regional Lainnya.

Pada daftar publikasi tersebut, peringkat Bank Mandiri naik hingga 68 tingkat yaitu dari peringkat 249 pada tahun 2011 menjadi peringkat 181 pada 2012 dengan cost to income ratio sebesar 39,33%, salah satu yang terbaik di kawasan ASEAN.

Keberhasilan ini didukung oleh bisnis kantor cabang di luar negeri. Bank Mandiri Hong Kong misalnya, sebagai salah satu kantor cabang luar negeri dari 7 kantor cabang luar negeri sampai Juli 2012, mencatatkan pertumbuhan kredit hingga 170% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2011 dengan tetap menjaga kualitas kredit, yang ditunjukkan dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 0%.


Tercatat, transaksi trade finance Bank Mandiri Hong Kong hingga Juli 2012 mencapai US$ 290 juta. Sedangkan volume transaksi remittance di tempat yang sama mencapai US$ 2 miliar, melonjak 155% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

"Selama 2011, pengiriman uang yang dilakukan para pekerja migran Indonesia mencapai lebih dari Rp140 miliar. Kami akan mengembangkan sistem dan memperkuat kantor layanan untuk mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi pada tahun ini dan masa-masa mendatang," ujar Sentot.

Frekuensi transaksi remittance melalui Bank Mandiri Hong Kong hingga Juni 2012 mencapai lebih dari 20 ribu transaksi. Pengiriman uang yang dilakukan pekerja migran Indonesia di Hong Kong tersebut dilakukan melalui kantor remittance Bank Mandiri Hong Kong yang terletak di Keswick Street Causewaybay.

Berdasarkan catatan Bank Mandiri Hong Kong, sebesar 52% dari total pengiriman uang yang dilakukan melalui Bank Mandiri Hong Kong ditujukan ke provinsi Jawa Timur, sebesar 38% ke Provinsi Jawa Tengah dan sisanya dikirimkan ke berbagai wilayah di Tanah Air.

Selain itu, Bank Mandiri juga memberikan pelatihan kewirausahaan (entrepreneurship) kepada Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong melalui program "Mandiri Sahabatku". Program yang digelar bersama Universitas Ciputra Entrepreneur Center (UCEC) ini merupakan bentuk kepedulian Bank Mandiri kepada buruh migrant yang bertujuan untuk membekali BMI agar mampu berwirausaha, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Peserta pelatihan Mandiri Sahabatku itu tidak dipungut biaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: