Periode Kenaikan Suku Bunga Bank-Bank Sentral Global Mendekati Akhir



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Beberapa bank sentral masih berpeluang menaikkan suku bunga acuan di tahun ini. Sebagai contoh, Federal Reserve atau The Fed memproyeksikan akan menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga Fed Funds Rate diperkirakan lebih rendah ketimbang sebelumnya lantaran negara Paman Sam itu berhasil menurunkan inflasi ke 6,5%.

Seperti dilansir Bloomberg pada Minggu (29/1), para pejabat Federal Reserve bersiap untuk menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 4,5%-4,75% dari posisi saat ini 4,25%-4,5%. Inflasi yang rendah membuat The Fed berencana menaikkan suku bunga sebesar seperempat persentase poin pada hari Rabu (1/2).

The Fed telah mengisyaratkan bahwa mereka mengharapkan suku bunga sedikit lebih tinggi, menjadi lebih dari 5%. Mereka juga telah memperingatkan untuk tidak berharap menurunkan suku bunga tahun ini.


Baca Juga: Permintaan SUN Diprediksi Makin Ramai Jelang Rapat The Fed pada Pekan Depan

Hal itu untuk memastikan The Fed menang melawan inflasi. Bloomberg menyebut, langkah ini menyusul data terbaru yang menunjukkan bahwa upaya Fed untuk memperlambat inflasi berhasil.

"Saya berharap, The Fed akan menaikkan suku bunga beberapa kali lagi tahun ini," kata Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker.

Paul Ashworth, Kepala Ekonom Amerika Utara di Capital Economics mengatakan, suku bunga yang lebih tinggi jelas sangat membebani permintaan sekarang. Dia memperkirakan inflasi inti akan terus moderat tahun ini yang pada akhirnya akan membujuk Fed untuk mulai memangkas suku bunga di akhir tahun.

Baca Juga: Potensi Cuan Berinvestasi di SBR012, Simak Tips Belanja SBN Ritel!

Selain The Fed, European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), dan bank sentral lainnya juga sangat agresif menaikkan suku bunga. Apalagi inflasi Eropa masih cenderung tinggi.

Sepanjang 2022, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 425 basis poin menjadi 4,25%-4,5% yang merupakan angka tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Kenaikan suku bunga The Fed juga menjadi yang paling agresif sejak tahun 1980-an.

ECB dan BoE juga akan terus menaikkan suku bunganya di tahun ini. Puncak suku bunga ECB diperkirakan mencapai 3,5% pada Juli 2023. BoE diproyeksikan mencapai 4,25% pada kuartal pertama tahun depan, berdasarkan survei Reuters.

Baca Juga: Harga SUN Rebound, Return Aset Fixed Income Bisa Lebih Atraktif di 2023

Dilansir dari Bloomberg, ekonom memperkirakan siklus pengetatan suku bunga oleh bank sentral di beberapa negara Asia Tenggara sebagai upaya untuk memerangi inflasi dan resesi. Bank-bank sentral di Indonesia, Filipina, dan Thailand masing-masing akan menaikkan suku bunga acuan dengan total setengah poin persentase dalam beberapa bulan mendatang sebelum mencapai puncak.

Adapun Malaysia akan membatasi siklus kenaikan suku bunga dengan menaikkan sekali lagi sebesar seperempat poin persentase. Meskipun kawasan Asia Tenggara menghadapi tantangan yang lebih sedikit daripada negara-negara di Asia Selatan, bank-bank sentral menggunakan alat konvensional dan nonkonvensional pada 2022 untuk meredam inflasi dan menopang pelemahan mata uang yang tertekan oleh kenaikan suku bunga The Fed.

Editor: Wahyu T.Rahmawati