KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi salah satu pendongkrak kinerja PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) di awal 2026.
Perseroan memproyeksikan penjualan kuartal I-2026 dapat tumbuh sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, penjualan FOOD di kuartal I-2025 tercatat sebesar Rp 21,6 miliar. Pada kuartal I-2026, FOOD menargetkan penjualan sekitar Rp 25 miliar.
Direktur Utama Sentra Food Indonesia, Agustus Sani Nugroho, mengatakan bajwa periode
Ramadan dan Lebaran secara historis memberikan dorongan signifikan terhadap sejumlah produk, terutama olahan daging. “Berdasarkan data historis, produk daging kebab mencatatkan kenaikan penjualan yang cukup signifikan selama Ramadan dan Lebaran. Beberapa produk lain seperti sosis juga mengalami peningkatan,” ujar Agustus, kepada Kontan.co.id, pada Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: Sentra Food Indonesia (FOOD) Bidik Pertumbuhan Penjualan 25% di 2026, Ini Strateginya Perseroan memanfaatkan momentum musiman ini sebagai bekal untuk mencapai target kinerja tahunan. Sepanjang 2026, FOOD membidik pertumbuhan penjualan sekitar 25% dari realisasi 2025 sebesar Rp 95,26 miliar menjadi sekitar Rp 119 miliar. Manajemen berharap kenaikan penjualan tersebut dapat mendorong perolehan laba dan memperbaiki posisi buku perseroan secara bertahap. Untuk menopang target bisnis tersebut, FOOD menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) Rp 10 miliar pada 2026. Dana ini dialokasikan Rp 5 miliar untuk penambahan kapasitas produksi, Rp 3,5 miliar untuk modernisasi mesin dan sarana produksi, serta Rp 1,5 miliar untuk peremajaan armada distribusi.
Baca Juga: Fast Food (FAST) Targetkan Cetak Laba di 2026, Begini Strateginya “Dalam menjaga daya saing di pasar saat ini dan untuk menunjang pencapaian target yang telah ditetapkan, kami memproyeksikan belanja modal pada tahun 2026 senilai Rp 10 miliar,” katanya.
Dalam menjaga margin di tengah fluktuasi harga bahan baku dan tekanan daya beli, perseroan memperkuat perencanaan produksi, manajemen persediaan, serta memperluas jaringan pemasok agar memiliki fleksibilitas dalam pengadaan bahan baku. Selain itu, penyesuaian harga jual dilakukan secara terukur guna menjaga keseimbangan antara stabilitas pasokan dan daya beli konsumen.
Baca Juga: Perluas Pasar Lintas Usia, FKS Food (AISA) Perkenalkan Kolaborasi Taro–Pokemon Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News