Peritel asing menyerbu Tanah Air



JAKARTA. Sebentar lagi, jejeran peritel asing makin menyesaki pusat keramaian tanah air, terutama di pusat belanja. Setelah kehadiran peritel Uniglo asal Jepang, serta produk kecantikan tersohor Victoria Secret, dan makin mengguritanya Lotte Mart serta Seven Eleven dan Lawson, peritel asing yang bakal menancapkan kuku mereka di Indonesia masih terus bertambah.

Meski belum memastikan kapan akan masuk ke Indonesia, peritel asal China yakni Sun Art Retail Group Ltd berencana ekspansi ke kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Seperti dilansir Reuters, Chairman Ruantex, Samuel Yin memastikan rencana tersebut. Ruantex sendiri merupakan pemegang saham mayoritas Sun Art.

Rencana yang lebih pasti justru datang dari salah satu peritel raksasa Jepang, yakni Aeon Mall Ltd. Rencananya, tanggal 7 Februari nanti, Aeon Mall Co Ltd akan membuka gerai secara serempak di lima negara Asia Tenggara yakni Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja serta Indonesia dengan salah satu acara menyambut kehadiran 300 karyawan baru Aeon di kawasan Asia Tenggara.


Khusus untuk Indonesia, Aeon sudah menggandeng mitra lokal dengan mengibarkan bendera PT Aeon Mall Indonesia. Sumber KONTAN di perusahaan tersebut mengiyakan rencana ekspansi Aeon di Indonesia. "Kami sudah menandatangani kerjasama dengan mitra lokal," katanya kepada KONTAN belum lama ini.  Sumber tersebut belum mau menjelaskan soal rencana bisnis Aeon di Indonesia dan menunggu tanggal pembukaan resmi 7 Februari tersebut.

Peritel yang memiliki 2.300 gerai ritel dengan beragam format di beberapa negara ini memang mengincar pasar Asia dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia sebagai target pasar utama.

Selama ini, format ritel Aeon cukup bervariasi. Bisa berbentuk pusat belanja, general merchandise store, supermarket, hipermarket dan convenience store. Tidak tertutup kemungkinan Aeon Mall Indonesia mengambil bentuk format-format tersebut.

Khusus untuk convenience store, Aeon sudah menggandeng mitra lokal yakni PT Bahagia Niaga Lestari untuk mulai membuka gerai Ministop di tahun ini. Asal tahu saja perusahaan ini dulunya milik PT Supra Boga Lestari Tbk, pemilik jaringan Ranch Market dan Farmers Market di Indonesia.

Tutum Rahanta, Wakil Ketua Umum Aprindo mengaku sudah lama mendengar kabar kedatangan Aeon ke Indonesia. Apalagi ada salah satu anak usaha Aeon di bidang pembiayaan sudah beroperasi disini, yakni PT Aeon Credit Service Indonesia.

Tutum menilai kehadiran Aeon serta Sun Art di Indonesia lantaran bisnis ritel di Indonesia masih tetap menjanjikan. Meskipun terkendala kenaikan beban biaya seperti upah pekerja dan biaya listrik, ia memperkirakan bisnis ritel tahun ini masih bisa tumbuh sekitar 8%-10%. Tahun lalu, ia memprediksi nilai bisnis ritel nasional mencapai Rp 135 triliun.

Namun, ia mengingatkan ke peritel asing, bila tidak ada inovasi produk, maka pertumbuhan bisnis ritel di tanah air tidak akan terdongkrak lebih lanjut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Edy Can