Peritel Pakaian Mulai Menggarap Ekonomi Sirkular



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Konsep ekonomi sirkular mulai masuk ke strategi bisnis industri ritel pakaian. Perusahaan tidak hanya berfokus menjual produk, juga mengelola pakaian setelah digunakan konsumen agar tetap memiliki nilai guna.

Model tersebut membuka ruang bagi peritel untuk memperpanjang siklus pemanfaatan produk. Yakni melalui penggunaan kembali pakaian layak pakai maupun pengolahan material yang sudah tidak dapat digunakan.

Bagi perusahaan, pendekatan ini mendorong pengelolaan produk yang lebih terintegrasi dari penjualan hingga pascapemakaian. "Pakaian memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar kebutuhan sehari-hari," kata Direktur Corporate Affairs PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo), Irma Yunita, dalam keterangannya, Selasa (15/9).  


Baca Juga: Dipecat Dari Kursi Menkeu, Hitung Uang Pensiun Mantan Menteri Keuangan Purbaya

Sepanjang tahun fiskal 2026, September 2025 hingga Agustus 2026, UniqloIndonesia menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan pengelolaan pakaian, pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan.

Melalui RE.Uniqlo Community Day, sebanyak 12.000 pakaian layak pakai hasil kontribusi pelanggan disalurkan kepada 1.000 keluarga di Bekasi Barat. Sementara pakaian yang sudah tidak layak digunakan diolah bersama Pable Indonesia.

Dari 600 kilogram pakaian tersebut, dihasilkan 3.600 meter kain daur ulang. Rencananya digunakan sebagai material tas ransel sekolah untuk anak-anak di wilayah terdampak bencana.

Selain pengelolaan pakaian, Uniqlo menjalankan program kemanusiaan. Untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra, perusahaan menyalurkan senilai Rp 11,1 miliar dan 30.000 pakaian melalui sejumlah mitra. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News