KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsep ekonomi sirkular mulai masuk ke strategi bisnis industri ritel pakaian. Perusahaan tidak hanya berfokus menjual produk, juga mengelola pakaian setelah digunakan konsumen agar tetap memiliki nilai guna. Model tersebut membuka ruang bagi peritel untuk memperpanjang siklus pemanfaatan produk. Yakni melalui penggunaan kembali pakaian layak pakai maupun pengolahan material yang sudah tidak dapat digunakan. Bagi perusahaan, pendekatan ini mendorong pengelolaan produk yang lebih terintegrasi dari penjualan hingga pascapemakaian. "Pakaian memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar kebutuhan sehari-hari," kata Direktur Corporate Affairs PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo), Irma Yunita, dalam keterangannya, Selasa (15/9).
Peritel Pakaian Mulai Menggarap Ekonomi Sirkular
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsep ekonomi sirkular mulai masuk ke strategi bisnis industri ritel pakaian. Perusahaan tidak hanya berfokus menjual produk, juga mengelola pakaian setelah digunakan konsumen agar tetap memiliki nilai guna. Model tersebut membuka ruang bagi peritel untuk memperpanjang siklus pemanfaatan produk. Yakni melalui penggunaan kembali pakaian layak pakai maupun pengolahan material yang sudah tidak dapat digunakan. Bagi perusahaan, pendekatan ini mendorong pengelolaan produk yang lebih terintegrasi dari penjualan hingga pascapemakaian. "Pakaian memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar kebutuhan sehari-hari," kata Direktur Corporate Affairs PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo), Irma Yunita, dalam keterangannya, Selasa (15/9).