KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengamat Hubungan Intersional (HI) dari Universitas Pandjajaran (Unpad), Teuku Rezasyah menyebut terdapat potensi Indonesia dianggap menyimpang dari Kebijakan Luar Negeri Bebas Aktif, karena terbukti banyak memberikan keleluasaan ekonomi pada Amerika Serikat (US) usai melaksanakan Agreement on Reciprocal Trade (ART) RI-AS. “Bagi mitra perdagangan terbesar RI seperti China, Singapura, Jepang, dan Uni Eropa, mereka sudah menghitung-hitung kerugian jangka panjang mereka, akibat berlakunya perjanjian tarif RI-AS,” ungkap Teuku Rezasyah kepada Kontan, Minggu (22/02/2026). Adapun Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat untuk membatalkan kebijakan tarif resiprokal global Presiden AS Donald Trump, Jumat (20/2/2026) atau tepat setelah Indonesia melakukan kesepakatan dengan Trump, dinilai oleh Rezasyah perlu ditanggapi secara tepat.
Perjanjian Perdagangan AS Dorong Penyimpangan dari Kebijakan Luar Negeri Bebas Aktif
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengamat Hubungan Intersional (HI) dari Universitas Pandjajaran (Unpad), Teuku Rezasyah menyebut terdapat potensi Indonesia dianggap menyimpang dari Kebijakan Luar Negeri Bebas Aktif, karena terbukti banyak memberikan keleluasaan ekonomi pada Amerika Serikat (US) usai melaksanakan Agreement on Reciprocal Trade (ART) RI-AS. “Bagi mitra perdagangan terbesar RI seperti China, Singapura, Jepang, dan Uni Eropa, mereka sudah menghitung-hitung kerugian jangka panjang mereka, akibat berlakunya perjanjian tarif RI-AS,” ungkap Teuku Rezasyah kepada Kontan, Minggu (22/02/2026). Adapun Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat untuk membatalkan kebijakan tarif resiprokal global Presiden AS Donald Trump, Jumat (20/2/2026) atau tepat setelah Indonesia melakukan kesepakatan dengan Trump, dinilai oleh Rezasyah perlu ditanggapi secara tepat.
TAG: