JAKARTA. Penyitaan aset Benua Indah Group (BIG), perusahaan perkebunan kelapa sawit oleh kepada PT Bank Mandiri Tbk, berujung derita pada petani plasma. Semula, petani plasma menjual tandan buah segar (TBS) kepada BIG, tetapi kini mereka terpaksa mencari pembeli lain dengan harga jual di bawah harga pasaran. Hal tersebut diungkapkan oleh Gamal Nasir, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (14/2).
Perkebunan BSG disita, petani plasma menderita
JAKARTA. Penyitaan aset Benua Indah Group (BIG), perusahaan perkebunan kelapa sawit oleh kepada PT Bank Mandiri Tbk, berujung derita pada petani plasma. Semula, petani plasma menjual tandan buah segar (TBS) kepada BIG, tetapi kini mereka terpaksa mencari pembeli lain dengan harga jual di bawah harga pasaran. Hal tersebut diungkapkan oleh Gamal Nasir, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (14/2).