Perkembangan Terapi Kanker Modern Pesat, Kebutuhan Apoteker Onkologi Meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan tenaga kesehatan dengan kompetensi onkologi yang mumpuni terus meningkat. Mengingat kualitas layanan kanker tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan fasilitas, juga kesiapan tenaga medis.

“Kami berupaya memperkuat kapabilitas klinis melalui pembelajaran berkelanjutan, kolaborasi lintas disiplin, dan koneksi dengan komunitas medis global,” ujar Chief Executive Officer Siloam International Hospitals, Caroline Riady, akhir pekan lalu. 

Direktur Eksekutif  MRCCC Siloam Semanggi, dr. Edy Gunawan menambahkan, perkembangan precision oncology mendorong pendekatan terapi kanker yang lebih personal dan minim efek samping.


Baca Juga: Kencana Energi Lestari (KEEN) Investasi Rp 2 Triliun untuk Bangun PLTA Pakkat 2

Salah satu peran penting dalam terapi kanker modern adalah apoteker. “Dahulu apoteker lebih dikenal sebagai pihak yang menyiapkan obat kemoterapi. Kini mereka terlibat langsung dalam pelayanan pasien, pengelolaan terapi, hingga menjaga keselamatan pasien kanker,” kata Direktur Pharmacy Cancer Network Programs UT MD Anderson, Shauna S Choi.

Sementara, Head Pharmacy Services Dept. MRCCC Siloam Semanggi, Yovita Diane Titiesari menilai, precision medicine telah menjadi bagian dari praktik klinis di Indonesia sehingga peran apoteker semakin strategis. "Apoteker memegang peranan yang sangat penting sebagai jembatan antara data molekuler dan pelayanan pasien secara langsung,” papar Yovita.

Menurut Yovita, tantangan pengembangan oncology pharmacy di Indonesia masih cukup besar karena belum adanya jalur pendidikan formal maupun sertifikasi khusus di bidang tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News