Perkuat Bisnis Digital, Grab Akuisisi Platform Investasi Stash Financial



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Grab Holdings Limited resmi menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 100% saham Stash Financial, Inc., platform investasi digital asal Amerika Serikat. 

Nilai perusahaan Stash disepakati sebesar US$ 425 juta, dengan pembayaran awal untuk 50,1% saham dilakukan saat penutupan transaksi, sementara sisanya dibayarkan bertahap dalam tiga tahun ke depan.

Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator dan diperkirakan rampung pada kuartal III 2026. Pembayaran dilakukan dalam kombinasi kas dan saham Grab.


Baca Juga: Perusahaan AS Robinhood Masuk Pasar Modal Indonesia, Akuisisi Penuh Buana Capital

CEO dan Co-Founder Grab, Anthony Tan, menegaskan akuisisi ini menjadi langkah penting dalam penguatan bisnis jasa keuangan Grab. 

“Ini tonggak evolusi Grab sebagai penyedia layanan keuangan tepercaya. Akuisisi ini memperkuat kapabilitas fintech kami,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Grab.com, Kamis (12/2/2026).

Stash merupakan penasihat investasi terdaftar di bawah pengawasan Securities and Exchange Commission (SEC) AS, dengan dana kelolaan lebih dari US$5 miliar dan lebih dari satu juta pengguna. 

Melalui aplikasi berbasis langganan, Stash menyediakan layanan investasi, perbankan, serta edukasi keuangan. Perusahaan ini juga menawarkan StashWorks, solusi kesejahteraan finansial bagi karyawan di AS.

Baca Juga: Kinerja LinkAja Tumbuh Positif, Ditopang Ekspansi Ekosistem Pembayaran Digital

Salah satu kekuatan utama Stash adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan melalui fitur AI Money Coach, yang memberikan panduan keuangan personal sesuai tujuan hidup dan kondisi finansial pengguna. 

Sejak diluncurkan akhir 2024, fitur ini mendorong keterlibatan tinggi, dengan sekitar separuh pengguna mengambil aksi keuangan positif di hari yang sama.

Grab berencana mempertahankan fokus pertumbuhan Stash di pasar AS, sembari menjajaki peluang membawa solusi investasinya ke Asia Tenggara dalam jangka panjang. Dengan momentum bisnis saat ini, Stash diproyeksikan membukukan Adjusted EBITDA lebih dari US$60 juta pada 2028.

Setelah transaksi rampung, Stash tetap beroperasi sebagai entitas mandiri di bawah Grab, dengan model bisnis, layanan, dan merek yang tidak berubah. Perusahaan akan tetap dipimpin oleh para pendirinya, Brandon Krieg dan Ed Robinson.

Baca Juga: Tips Investasi Theodora V. N. Manik: Tidak Buru-Buru Investasi Tanpa Pahami Risiko

Grab sendiri melayani lebih dari 50 juta pengguna aktif bulanan di delapan negara Asia Tenggara, dengan fokus pada layanan mobilitas, pengantaran, dan keuangan. 

Perusahaan ini juga mengoperasikan layanan perbankan digital di Singapura dan Malaysia, serta melalui entitas afiliasi di Indonesia.

Selanjutnya: Wealth Management BCA Tumbuh Positif, AUM Reksa Dana dan Obligasi Naik 15% pada 2025

Menarik Dibaca: Promo Sport Station Kejutan Imlek: Diskon hingga 40% & Voucher Tambahan