Perkuat Infrastruktur Digital, Biznet Siapkan Kabel Bawah Laut BNCS-2



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biznet terus melanjutkan pengembangan infrastruktur digital antar pulau di Indonesia melalui pembangunan jaringan kabel fiber optic bawah laut.

Setelah mengoperasikan Biznet Nusantara Cable System (BNCS) sejak tahun 2024, Biznet melanjutkan pengembangannya dengan merencanakan pembangunan Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2).

BNCS-2 nantinya akan menghubungkan Pulau Jawa melalui Surabaya ke beberapa wilayah, meliputi Pulau Kalimantan (Banjarmasin), Pulau Madura (Sumenep) dan Pulau Bali (Buleleng).


President Director Biznet, Adi Kusma mengatakan pembangunan BNCS-2 merupakan salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Mendorong Industri Telekomunikasi dan Digital Memperluas Konektivitas

“Kami percaya bahwa membangun jaringan bukan hanya tentang menghubungkan satu titik wilayah dengan wilayah lainnya. Karena itu, infrastruktur yang kami bangun seperti Biznet Nusantara Cable System ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang lebih optimal bagi pelanggan serta membuka lebih banyak peluang dan kesempatan di era digital saat ini,” ujar Adi, Rabu (7/10/2026).

Pembangunan BNCS-2 saat ini masih berada dalam tahap proses perizinan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo menambahkan, proses perizinan menjadi salah satu tahapan yang cukup panjang dalam pembangunan kabel bawah laut. Pasalnya, perusahaan perlu memperhatikan aspek lingkungan, aktivitas perikanan hingga lalu lintas kapal di wilayah perairan yang dilalui kabel.

Setelah proses koordinasi dan perizinan rampung, pembangunan BNCS-2 ditargetkan dapat berjalan dalam beberapa bulan.

"Jadi, nanti dari Sumatra, Jawa, Kalimantan sampai Bali, itu kita sudah connect dengan our own submarine cable, dengan harapan itu juga akan lebih secure dari sisi redundancy, dari sisi backup, sehingga kalau jalur yang satu mati, kita juga punya backup-nya," tambah Adrianto.

Selain memperkuat keandalan jaringan, BNCS-2 juga diharapkan dapat membawa kapasitas bandwidth yang lebih besar ke wilayah yang terhubung.

Adrianto mencontohkan, pengembangan BNCS sebelumnya telah memungkinkan Biznet menghadirkan konektivitas dengan bandwidth hingga 100 Mbps di sejumlah wilayah di Sumatra.

Baca Juga: Pangsa Pasar Meningkat, Domain .id Ditargetkan Mencapai 2,8 Juta pada Tahun 2031

Pengembangan BNCS-2 juga sejalan dengan momentum 26 tahun Biznet. Di usia tersebut, Biznet terus mendorong inovasi dan pengembangan infrastruktur digital untuk memperluas akses konektivitas di berbagai wilayah Indonesia.

Saat ini, jaringan Biznet telah menjangkau lebih dari 200 kota/kabupaten di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi dan Flores. Jaringan tersebut didukung lebih dari 3 juta homepass serta lebih dari 300 kantor cabang.

Perluasan jaringan ini dilakukan untuk menghadirkan konektivitas dengan bandwidth yang semakin besar dan harga yang lebih terjangkau, sehingga manfaat konektivitas digital dapat dirasakan oleh masyarakat di lebih banyak wilayah.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap infrastruktur digital Biznet juga semakin berkembang seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pada Juni 2026 Biznet telah berhasil mengembangkan salah satu AI data center di wilayah Jimbaran, Bali, yang berada di kompleks Ayana.

Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Biznet tidak hanya diarahkan untuk mendukung kebutuhan konektivitas pelanggan, tetapi juga mulai menopang kebutuhan teknologi yang membutuhkan kapasitas infrastruktur digital lebih besar, termasuk AI.

Baca Juga: Transaksi Digital Tumbuh 28,69%, Konsumen Indonesia Makin Price Oriented

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News