Perkuat Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI, Menkeu Minta Investor Asing Tak Ragu Investasi



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kondisi perekonomian nasional melalui optimalisasi seluruh mesin pertumbuhan yang dimiliki Indonesia. 

Hal itu disampaikannya di hadapan para investor dalam forum Indonesia Economic Summit 2026, Selasa (3/2).

Purbaya mengatakan bahwa pemerintah saat ini secara aktif menggerakkan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi, mulai dari kebijakan fiskal, moneter, hingga peran sektor swasta. 


Di saat yang sama, pemerintah juga terus melakukan pembenahan iklim investasi secara serius dan berkelanjutan.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Libatkan Swasta Untuk Proyek Gengtengisasi

"Saya hanya ingin mengatakan kepada investor yang hadir di sini bahwa Indonesia serius dalam memperbaiki kondisi ekonomi dan mengaktifkan setiap mesin pertumbuhan," ujar Purbaya dalam forum tersebut.

Pada saat yang sama, pemerintah juga berkomitmen memperbaiki iklim investasi dengan sangat serius.

Ia optimistis, dalam kurun waktu satu tahun ke depan, Indonesia akan menjadi destinasi investasi yang jauh lebih menarik dibandingkan saat ini. 

Oleh karena itu, Purbaya mendorong para investor untuk tidak menunda realisasi investasinya.

"Saya pikir satu tahun dari sekarang, Indonesia akan menjadi tempat yang jauh lebih baik untuk berinvestasi. Jadi jangan terlalu lambat berinvestasi di negara ini," katanya.

Lebih lanjut, Purbaya juga menekankan bahwa arah kebijakan ekonomi Indonesia berada di jalur yang tepat. Pemerintah, menurutnya, berkomitmen menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Jangan ragu. Kami bergerak ke arah yang benar. Silakan terus berinvestasi di Indonesia," pungkas Purbaya.

Baca Juga: Jaga Independensi BI, Purbaya Janji Tak Lakukan Burden Sharing

Selanjutnya: Cushman & Wakefield: Pasokan Ruang Ritel di Jakarta Tumbuh 0,7% Hingga Akhir 2025

Menarik Dibaca: Eastspring Indonesia dan Maybank Luncurkan Reksadana Campuran Offshore

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News