Perkuat Pasar Consumer dan B2B, Zyrex Incar Pertumbuhan Bisnis Hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) membidik pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026 dengan memperkuat pasar consumer dan business-to-business (B2B). Strategi tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar yang menghadapi kenaikan harga komponen, dan perlambatan permintaan. Perseroan pun mengambil pendekatan yang lebih konservatif dalam menetapkan target bisnis tahun ini. Finance Manager & Corporate Secretary Zyrexindo Mandiri Buana, Evan Jordan mengatakan, segmen business-to-consumer (B2C) menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan perseroan pada 2026.

Baca Juga: Bisnis EO Olahraga Makin Menjanjikan, Event Lari Jadi Mesin Pertumbuhan Segmen B2C ditargetkan tumbuh sekitar 100% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen B2B ditargetkan meningkat sekitar 20%, yang ditopang kebutuhan perangkat komputasi sektor korporasi dan enterprise. "Secara keseluruhan, Perseroan tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis melalui diversifikasi segmen, penguatan pasar consumer dan enterprise, ekspansi pasar, serta peningkatan efisiensi operasional," kata Evan kepada KONTAN, Selasa (18/8). Berbeda dengan kedua segmen tersebut, business-to-government (B2G) diperkirakan mengalami penyesuaian sekitar 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini mengikuti siklus pengadaan pemerintah yang bersifat proyek dan tidak berulang setiap tahun. Untuk memperkuat pasar consumer, Zyrex juga menyiapkan produk laptop baru. Perseroan akan meluncurkan Zyrex Litebook 3 yang menyasar segmen harga Rp4 juta-Rp6 juta. Saat ini, Litebook 3 masih dalam tahap persiapan peluncuran. Perseroan akan menyampaikan spesifikasi, harga, dan waktu peluncuran secara resmi saat produk diperkenalkan. Selain mengandalkan penjualan hardware, Zyrex mulai memperluas bisnis ke solusi teknologi informasi. Pada Juli 2026, perseroan resmi menjadi Odoo Official Partner di Indonesia. Melalui kemitraan tersebut, Zyrex akan mengembangkan layanan implementasi, kustomisasi, serta layanan pendukung solusi enterprise resource planning (ERP). Langkah ini diharapkan membuka sumber pendapatan baru dengan potensi pendapatan berulang. "Kami optimistis Zyrex dapat terus memperkuat posisi di pasar hingga akhir 2026. Fokus Perseroan adalah menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar dan perkembangan biaya komponen," ujarnya. Dengan kombinasi pertumbuhan penjualan hardware, peluang proyek pemerintah, pengembangan IT solution, serta efisiensi, Zyrex menargetkan pertumbuhan bisnis yang tetap sehat hingga akhir 2026.

Baca Juga: Dorong Ekonomi Berbasis Budaya, Fadli Zon Dukung Pengembangan Kawasan Bersejarah


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News