Perkuat Pembayaran Digital Indonesia, Visa Perbarui Security Roadmap



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Visa memperkenalkan pembaruan Visa Indonesia Security Roadmap dalam Visa Indonesia Risk Forum. Acara ini mempertemukan penerbit kartu, acquirer, merchant, regulator, dan mitra ekosistem untuk membahas perkembangan risiko, berbagi pengalaman dan pembelajaran terbaik, serta berkolaborasi dalam memperkuat dan melindungi ekosistem pembayaran Indonesia.

Penyempurnaan roadmap ini menandai komitmen Visa dalam memperkuat keamanan dan ketahanan sistem pembayaran Indonesia. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2018, roadmap ini terus dikembangkan sesuai dengan pencapaian kemajuan dalam menghadapi ancaman keamanan yang terus berevolusi.

Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan industri dalam upaya memastikan pembayaran tetap aman, lancar, dan tepercaya, seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.


Visa Indonesia Security Roadmap yang disempurnakan ini telah menetapkan lima prioritas utama bagi ekosistem pembayaran. Prioritas tersebut mencakup penguatan kemampuan untuk mengantisipasi dan merespon ancaman penipuan berbasis akal imitasi (AI), dan pengembangan metode autentikasi yang lebih canggih melalui biometrik dan passkey sebagai alternatif kata sandi dan kode OTP.

Baca Juga: Bank Mega Buka Akses QRIS ke Korea Selatan dan China

Selain itu, terkait peningkatan ketahanan siber dalam menghindari ancaman, dan menjaga integritas dan ketahanan sistem untuk mencegah kegagalan dan serangan siber. Serta kesiapan menghadapi tantangan keamanan di masa depan termasuk risiko yang berkaitan dengan kriptografi pascakuantum (post-quantum cryptography).

Roadmap ini disusun melalui dialog berkelanjutan dengan lembaga keuangan, merchant, penyedia layanan pembayaran, dan pemangku kepentingan industri. Karena itu, prioritas yang dirumuskan mencerminkan kebutuhan bersama pasar untuk memperkuat kepercayaan terhadap pembayaran digital dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan di seluruh ekosistem.

Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari mengatakan bahwa ekonomi digital Indonesia terus membuka peluang besar bagi pelaku usaha dan konsumen. Sejalan dengan hal tersebut, kebutuhan untuk menjaga kepercayaan konsumen dan keamanan dalam setiap transaksi menjadi semakin penting.

Penyempurnaan Visa Indonesia Security Roadmap mencerminkan komitmen Visa untuk terus bekerja sama dengan mitra industri dalam memperkuat fondasi ekosistem pembayaran Indonesia. "Dengan menyelaraskan prioritas bersama dan aksi kolektif industri, kami bisa membantu konsumen dan pelaku usaha bertransaksi dengan lebih percaya diri, sekaligus mendukung perkembangan ekonomi digital dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Vira, Kamis (24/9).

Dalam forum tersebut, para pemimpin Visa dan pelaku industri juga membahas lanskap risiko yang semakin dinamis, mulai dari modus penipuan yang semakin canggih hingga risiko penipuan pada transaksi tanpa kehadiran fisik kartu (card-not-present fraud) yang masih menjadi tantangan.

Baca Juga: Pengguna QRIS Makin Banyak, BI Sebut Penggunaan Uang Tunai Sudah Mulai Berkurang

Diskusi turut menyoroti peran pembelajaran mesin atau machine learning, intelijen risiko atau risk intelligence, dan pemanfaatan data tingkat lanjut dalam memperkuat keamanan tanpa mengurangi kelancaran pengalaman pembayaran.

Seiring dengan modus penipuan yang terus berkembang, Head of Risk Visa Indonesia, Nitia menyebut bahwa industri pembayaran perlu mengantisipasi ancaman yang ada saat ini maupun yang mulai muncul. Pembaruan Visa Indonesia Security Roadmap memberikan kerangka strategis bagi ekosistem untuk memperkuat pencegahan penipuan, meningkatkan ketahanan siber, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan keamanan generasi berikutnya.

TAG: