KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Hidup Sehat (VIVA Apotek) resmi mengakuisisi 100% saham jaringan apotek Farmaku sebagai langkah agresif memperbesar skala bisnis dan memperkuat posisi di industri ritel farmasi nasional. Aksi korporasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersyarat pada 10 April 2026 di kantor pusat VIVA Apotek, Jakarta. Akuisisi ini langsung menambah amunisi jaringan VIVA Apotek. Farmaku saat ini mengoperasikan 10 gerai dengan penjualan tahunan sekitar Rp 110 miliar.
Baca Juga: Viva Apotek Gandeng Highway Hub, Bidik 500 Gerai di Jalan Tol India Setelah transaksi rampung, total gerai VIVA Apotek meningkat dari 115 menjadi 125 gerai yang tersebar di 44 kota dan kabupaten di Indonesia. Direktur Utama VIVA Apotek Haryanto Winata menegaskan akuisisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbesar skala dan daya saing. "Akuisisi Farmaku menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan VIVA Apotek serta mendorong efisiensi operasional melalui integrasi distribusi dan teknologi," ujarnya dalam keterangan tertulis seperti dikutip KONTAN, Kamis (16/4/2026). Dari sisi bisnis, akuisisi ini tidak sekadar menambah gerai, tetapi juga membuka ruang efisiensi melalui integrasi distribusi dan sistem pengadaan. Skala ekonomi yang lebih besar diharapkan menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan peluang cross-selling produk kesehatan.
Baca Juga: Industri Kimia, Farmasi & Obat Tradisional Menopang Pertumbuhan Sektor IKFT pada 2025 VIVA Apotek juga membidik penguatan penetrasi di segmen middle-up yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi di sektor ritel kesehatan. Integrasi kedua entitas diproyeksikan mempercepat ekspansi jaringan, mengoptimalkan distribusi, hingga memperluas jangkauan layanan farmasi modern. Di sisi lain, Farmaku melihat langkah ini sebagai pintu ekspansi yang lebih luas. Direktur Utama Farmaku Iswandi Simardjo menyebut penggabungan ini akan memperkuat ekosistem layanan kesehatan berbasis teknologi. "Perpaduan antara inovasi teknologi dan layanan digital Farmaku dengan kekuatan infrastruktur ritel VIVA Apotek akan menciptakan ekosistem omnichannel kesehatan yang komprehensif," katanya.
Baca Juga: Permintaan Obat Injeksi Steril Melonjak, Ethica Industri Farmasi Percepat Ekspansi Sinergi ini diarahkan untuk membangun ekosistem ritel kesehatan yang terintegrasi, mulai dari rantai pasok, operasional, hingga layanan berbasis teknologi.
VIVA Apotek juga terus mendorong strategi omnichannel dengan menggabungkan toko fisik dan platform digital, termasuk layanan WhatsApp Commerce yang menghubungkan pelanggan secara real-time dengan jaringan apotek. Langkah akuisisi ini mempertegas strategi ekspansi anorganik VIVA Apotek di tengah pertumbuhan industri kesehatan nasional. Dengan tambahan jaringan Farmaku, perusahaan membidik penguatan infrastruktur sekaligus penetrasi pasar yang lebih luas di berbagai titik strategis di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News